Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman meski menghadapi ancaman fenomena El Nino \’Godzilla\’ yang diprediksi akan melanda Tanah Air pada April hingga Oktober 2026.
Mentan Amran menyebutkan, berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, stok pangan nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Cadangan tersebut tersebar di berbagai titik, mulai dari gudang, lapangan, hingga penyimpanan di Bulog dan sektor lainnya.
BACA JUGA:Wamenhut: 35 Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan pada 2026 Ini, Antisipasi dan Hadapi Potensi El Nino
BACA JUGA:Antisipasi Setahun El Nino, Ini Langkah yang Harus Diambil Pemerintah
BACA JUGA:BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia, Bukan Gelombang Panas
BACA JUGA:Seluk Beluk Badai La Nina, Apa Bedanya dengan El Nino?
Stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Sementara dampak kekeringan diperkirakan hanya berlangsung sekitar 6 bulan, kata Amran di Makassar, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, jika dihitung hingga akhir tahun, ketersediaan pangan dinilai masih mencukupi bahkan tanpa memperhitungkan hasil panen yang akan datang. Apalagi dalam kondisi El Nino sebelumnya pada periode 2023–2024, produksi pangan nasional masih mampu mencapai rata-rata 2 juta ton per bulan.
Kalau kita ambil minimal 2 juta ton per bulan selama 7 bulan, itu sudah 14 juta ton tambahan produksi. Artinya, ketersediaan bisa bertahan hingga Mei tahun depan, jelasnya.
/2024/01/10/1175600077.jpg)
/2026/01/14/1753234005.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2016/10/07/1683647833.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3329479/original/050940600_1608530246-20201221-Ribuan-Personel-Gabungan-Akan-Dikerahkan-Amankan-Natal-dan-Tahun-Baru-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541636/original/081632100_1774874847-3301f0a8-f092-4641-84d6-9914f33c0643.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)