Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi global serta biaya logistik perdagangan. Namun, dampak langsung terhadap perdagangan Indonesia dinilai terbatas karena porsi ekspor ke kawasan tersebut relatif kecil.
Data BPS yang diolah Indonesia Eximbank Institute menunjukkan ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total nasional, sementara impor mencapai 3,9% dan didominasi komoditas energi. Hal ini menandakan eksposur langsung Indonesia terhadap kawasan konflik tidak besar.
BACA JUGA:EUDR Ancam Kinerja Ekspor Indonesia, Pemerintah Harus Lakukan Ini
BACA JUGA:Pulau Kharg Bernilai Penting Bagi AS dan Iran, Ternyata Ini Alasannya
BACA JUGA:Tolak Tarif Pungutan Ekspor CPO Naik Jadi 12,5%, Petani Sawit Minta Ini ke Purbaya
Sebagian besar ekspor Indonesia masih mengarah ke Asia Timur, Asia Tenggara, Amerika Utara, Asia Selatan, dan Eropa Barat, sehingga kondisi ekonomi di wilayah tersebut lebih menentukan kinerja ekspor nasional.
Head of Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani menegaskan pihaknya terus mencermati perkembangan konflik, khususnya terkait jalur energi global.
“Kami memonitor secara cermat dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu arteri utama perdagangan energi dunia,” ujar Rini dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (22/3/2026).
Kawasan Timur Tengah berkontribusi lebih dari 30% produksi minyak dunia, dengan sekitar 20–30% perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz. Gangguan di jalur ini dapat mendorong lonjakan harga energi dan biaya logistik.
Meski Indonesia tidak langsung mengimpor minyak dari kawasan tersebut, dampaknya tetap terasa melalui negara perantara seperti Singapura dan Malaysia yang memasok sekitar 75% impor minyak Indonesia.
/2025/07/26/1598174070.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
/2025/03/17/206154261.jpg)
/2026/01/20/883161196.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4936121/original/064287200_1725424841-WhatsApp_Image_2024-09-03_at_21.05.41.jpeg)