Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meski tetap mempertahankan peringkat kredit jangka panjang pada level BBB.
DIkutip dari laporan Fitch, Rabu (4/3/2026), perubahan outlook tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan ekonomi Indonesia di tengah semakin terpusatnya pengambilan keputusan. Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah, memengaruhi sentimen investor, dan memberi tekanan pada ketahanan eksternal.
BACA JUGA:Eks Menlu Hassan Wirajuda Jelaskan Syarat Jika Indonesia Ingin Jadi Mediator Perang Iran vs Amerika dan Israel
BACA JUGA:Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Terkait 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan
BACA JUGA:Industri Kripto Indonesia Dinilai Makin Matang, Keamanan dan Transparansi Jadi Fokus
Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan rating Indonesia di level BBB karena menilai negara ini masih memiliki rekam jejak stabil dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan yang relatif kuat, serta rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih moderat.
Namun Fitch juga mencatat beberapa tantangan struktural, seperti penerimaan negara yang relatif rendah, tingginya biaya pembayaran bunga utang, serta indikator tata kelola yang masih tertinggal dibandingkan negara lain dengan peringkat serupa.
/2025/10/16/375892851.jpg)
/2025/07/14/152958095.jpg)
/2026/01/06/1043778783.jpg)
/2025/12/04/917036872.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519556/original/062756300_1772582112-30eb8930-3e63-4d01-8494-8bbe5d1498c2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4343918/original/011952600_1677749769-20230302-Peternakan-Unggas-Flu-Burung-AFP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519320/original/001297200_1772545720-IMG-20260303-WA0081.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519322/original/003963000_1772545748-PT_Kereta_Api_Logistik__KAI_Logistik__-3_maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509479/original/035334100_1771722267-Pejabat_Sementara_Ketua_Dewan_Komisioner_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK__Friderica_Widyasari_Dewi-22_Februari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519348/original/068398200_1772548669-Direktur_Operasional_dan_Keuangan_PT_SMI__Aradita_Priyanti.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1217808/original/097705600_1461834626-20160428-Jelang-Hari-Buruh_-Presiden-Buruh-Bahas-Pembentukan-Partai-Politik-Antonius-4.jpg)