Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, salah satunya disumbang emas. Selain dipengaruhi oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, tekanan inflasi juga datang dari komoditas di luar sektor energi, salah satunya emas perhiasan.
Komoditas lain di luar kelompok perumahan air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang juga memberikan andil dominan terutama emas perhiasan, kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, dalam Konferensi Pers BPS, Senin (2/2/2026).
BACA JUGA:Kemenkeu: Tekanan Inflasi Bersifat Sementara, Normal Kembali Maret 2026
BACA JUGA:Prediksi BPS Soal Inflasi Maret-April 2026 Setelah Januari Sentuh 3,5%
BACA JUGA:Indonesia Inflasi 3,55% secara Tahunan di Januari 2026, BPS Ungkap Biangkeroknya
BACA JUGA:3 Provinsi di Sumatera alami Deflasi Usai Bencana
Ia menyampaikan emas perhiasan menjadi salah satu komoditas dengan andil inflasi yang cukup dominan. Pergerakan harga emas yang cenderung naik turut mendorong kenaikan indeks harga konsumen pada awal 2026.
Ateng menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi year on year utamanya didorong oleh perumahan air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi yaitu 11,93 persen, ini juga memberi andil cukup tinggi yaitu 1,73 persen.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada perumahan air, listrik, dan barang bakar rumah bahan, bakar rumah tangga yaitu komoditas listrik, tarif listrik teman-teman semuanya, ujarnya.
Inflasi Tahunan dan Bulanan
Ateng menjelaskan, pada Januari dan Februari 2025 pemerintah memberlakukan diskon tarif listrik yang berdampak signifikan terhadap penurunan IHK pada periode tersebut.
Kebijakan ini menekan inflasi bahkan menyebabkan deflasi pada awal 2025, sehingga level harga berada di bawah tren normalnya. Penurunan IHK di awal 2025 tersebut kemudian menjadi basis perhitungan inflasi tahunan di Januari 2026.
Kita ketahui bahwa inflasi yang tinggi di Januari 2026 secara year on year ini dipengaruhi oleh adanya low base effect. Pada Januari, sudah saya sebutkan sebelumnya ya, pada Januari dan Februari tahun 2025 pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang tentunya ini akan menekan IHK Januari dan Februari tahun 2025, jelasnya.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3091151/original/041888500_1585735063-20200401-Inflasi-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)