Jakarta – Analis bank investasi global UBS memperingatkan disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi memicu “guncangan sistem” di pasar kredit dalam waktu dekat. Jika selama ini tekanan akibat perkembangan AI lebih terlihat di pasar saham, risiko berikutnya diperkirakan muncul di sektor pembiayaan korporasi.
Kepala strategi kredit UBS, Matthew Mish, menyebut pinjaman perusahaan puluhan miliar dolar AS berisiko gagal bayar dalam satu tahun ke depan. Perusahaan yang paling rentan adalah sektor perangkat lunak dan layanan data, terutama yang dimiliki perusahaan ekuitas swasta dengan tingkat utang tinggi. Demikian mengutip CNBC, Senin, (16/2/2026).
BACA JUGA:Danantara, Kepastian Hukum, dan Akumulasi Risiko Negara
BACA JUGA:Emas jadi Primadona Investasi saat Gejolak Timur Tengah dan Politik AS Memanas
BACA JUGA: CEO MARA: Bitcoin Jadi Aset Geopolitik Strategis
Dia menilai, UBS telah memperbarui proyeksi karena perkembangan model AI terbaru dari perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI mempercepat ekspektasi disrupsi di berbagai industri.
Pasar lambat bereaksi karena mereka tidak menyangka hal ini akan terjadi secepat ini. Ini bukan risiko tahun 2027 atau 2028, dampaknya sudah mulai sekarang,” ujar Mish dalam wawancara dengan CNBC.
Potensi Gagal Bayar hingga Ratusan Miliar Dolar AS
Dalam catatan dasar UBS, peminjam pada segmen pinjaman leverage dan kredit swasta diperkirakan menghadapi gagal bayar baru sebesar USD 75 miliar atau Rp 1.262,32 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.830) hingga USD 120 miliar atau Rp 2.019 triliun hingga akhir tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan pada kenaikan tingkat gagal bayar pada pinjaman berisiko tinggi dan kredit swasta hingga akhir tahun ini.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/12/16/1784191268.jpg)
/2025/08/04/1851491066.jpg)
/2024/02/27/495856755.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504443/original/006400300_1771236518-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_13.07.31__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425300/original/081348700_1764220776-Menteri_UMKM_Maman_Abdurrahman.jpeg)
/2025/06/29/1914523054.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482750/original/049070400_1769245589-Protecting_Lifes_Progress_1-rs.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503337/original/015659100_1771134730-publikasi_1771122848_699130a063be3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503429/original/015347600_1771142312-PT_IAS_Hospitality_Indonesia_gandeng_jaringan_executive_lounge_independen_terbesar_di_dunia__Plaza_Premium_Group__PPG_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4557923/original/074382700_1693446163-people-high-five-library-close-up_1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499908/original/040306700_1770800044-IMG_1338.jpeg)