Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan para pedagang, terutama di pasar tradisional. Keluhan tersebut ia terima langsung saat melakukan peninjauan ke Pasar Tanah Abang dan Pasar Beringharjo.
Purbaya mengatakan, para pedagang masih menghadapi tekanan ekonomi, khususnya akibat utang yang menumpuk sejak pandemi. Purbaya mengungkapkan, banyak pelaku usaha kecil yang terdampak karena aktivitas bisnis mereka sempat terhenti dalam waktu lama.
BACA JUGA:Maskapai Ini Bayar Rp 1,2 Triliun kepada Pelanggan Imbas Pembatalan Penerbangan
BACA JUGA:Layanan Kereta Penumpang China–Korea Utara Kembali Beroperasi Setelah Enam Tahun Terhenti
BACA JUGA:11 Maret 2020: Hari Ketika COVID-19 Dinyatakan sebagai Pandemi Global
Waktu datang ke sana, ada korban COVID. Panjang waktu COVID, karena setahun sekali aktivitas bisnis, jadi terganggu. Sehingga utangnya harus direstrukturisasi, tapi bebannya masih besar,” ucapnya usai melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Para pedagang, lanjut Purbaya, mengeluhkan besarnya cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan. Kondisi ini membuat mereka meminta bantuan pemerintah untuk meringankan beban tersebut.
Menanggapi hal itu, Purbaya mengaku tengah mempertimbangkan skema restrukturisasi utang melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Skema tersebut diharapkan dapat memberikan tenor lebih panjang dengan bunga yang lebih rendah, sehingga pelaku usaha kecil bisa lebih leluasa memulihkan usahanya.
Saya lagi mikir, bisa enggak PIP merestrukturisasi utang mereka dengan tenor lebih panjang dan bunga lebih rendah. Saya sudah bicara dengan PIP,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi daya beli, Purbaya menilai kondisi masyarakat masih cukup baik. Hal ini terlihat dari ramainya aktivitas di pasar selama periode Lebaran. Situasinya rame seperti itu, jadi daya beli masih cukup,” kata dia.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931532/original/090545100_1724925587-IMG-20240829-WA0029.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)