Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmennya menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari asisten rumah tangga (ART), guru, pengemudi ojek, tenaga kesehatan, hingga tukang mie dan tukang tambal ban.
BACA JUGA:Program Gentengisasi, UMKM Majalengka Siap Penuhi Kebutuhan Nasional
BACA JUGA:Multiplier Effect Gentengisasi: Menambah Pembukaan Lapangan Kerja
Ara menyampaikan, model pembangunan seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah, sehingga semakin banyak pekerja sektor informal dan masyarakat kecil yang memiliki akses terhadap hunian layak.
“Di negara tetangga seperti Malaysia, ART, guru, ojek, dan pekerja informal sudah bisa menikmati rumah subsidi. Kita ingin hal yang sama terjadi di Indonesia,” ucap Ara dalam acara Epic Market DWP Kementerian PKP, di Telkom Hub, Senin (2/3/2026).
Ara mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan proyek rumah susun (rusun) subsidi terbesar di Indonesia dengan kapasitas sekitar 140 ribu unit. Proyek tersebut telah memasuki tahap land clearing tiga minggu lalu dan dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Ekosistemnya sangat bagus, tidak jauh dari rumah sakit, tempat ibadah, pasar, sekolah, dan kawasan industri tempat mereka bekerja. Ini bukti negara hadir agar masyarakat kecil bisa menikmati rumah subsidi yang terjangkau dan berkualitas,” ujar Ara.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517695/original/036344100_1772437073-IMG_1869.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427576/original/072429700_1764396580-Screenshot_20251129_125754_Docs.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)