Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan biaya operasional bisa ditutupi dengan margin fee 7% yang ditetapkan pemerintah. Termasuk untuk mengirim beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) hingga ke Papua.
Keputusan margin fee telah ditetapkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Angka ini mengacu pada besaran keuntungan di BUMN pengampu subsidi lainnya seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).
BACA JUGA:Beras Satu Harga Berlaku di 2026, Bulog Dapat Untung 7%
BACA JUGA:Bulog Siapkan Strategi Penugasan Lebih Besar 2026, Target Serap 4 Juta Ton Beras
BACA JUGA:Bila Mampu Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog akan Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia
7% ini mengacu dengan persentasenya teman-teman BUMN yang lain, yaitu teman-teman PLN maupun Pertamina, dan lain sebagainya, ungkap Ahmad ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dia mengisahkan, mulanya diajukan margin fee 10%, tetapi setelah dipertimbangkan Kementerian Keuangan hingga Kementerian Pertanian, ditetapkan angka margin 7%. Menurut dia, angka ini sudah cukup dibandingkan nilai untung Rp 50 per kilogram (kg) beras.
7% juga menurut kami sudah cukup mewadahi daripada dengan margin yang dari 2014 itu hanya 50 rupiah. Itu sangat jauh sekali dibandingkan dengan kebutuhan operasional Bulog yang cukup tinggi, tuturnya.
Dia menerangkan lagi, mandat Bulog dari negara adalah menyalurkan beras SPHP dari Sabang hingga Merauke. Ada biaya tinggi karena perlunya multimoda dalam mengirimkan beras.
Sabang sampai Merauke ini kan banyak pulau-pulau gitu, bukan kaya di Eropa atau di Amerika, di Cina. Itu kan mereka satu dataran, satu land yang tidak terputus. Jadi mereka mudah, cost-nya jadi lebih murah. Nah kita kan harus menggunakan kapal, dengan pesawat dan lain sebagainya, jelas Ahmad.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5227891/original/051091000_1747826644-20250521-Tiang_Monorel-HER_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467323/original/090605000_1767872284-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)