Jakarta – Memanasnya konflik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran terhadap jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Badan Pusat Statistik (BPS) pun memaparkan gambaran nilai perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara yang berada di jalur tersebut, yakni Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, untuk mengetahui secara pasti besaran dampak terhadap perdagangan Indonesia masih diperlukan kajian lebih lanjut.
BACA JUGA:Wisman Naik Tipis di Januari 2026, Perjalanan Wisatawan Lokal Justru Turun
BACA JUGA:33 Provinsi Inflasi, Sulawesi Selatan Tertinggi se-Indonesia
BACA JUGA:BPS: Bulan Ramadan selalu Inflasi
Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, tentunya ini diperlukan kajian yang lebih lanjut lagi. Kami hanya bisa memaparkan tadi beberapa komoditas, kata Ateng , Senin (2/3/2026).
Berdasarkan data BPS, impor nonmigas Indonesia dari Iran pada 2025 tercatat sebesar 8,4 juta dolar AS. Komoditas utamanya meliputi buah-buahan (HS08) senilai 5,9 juta dolar AS, besi dan baja sebesar 0,8 juta dolar AS, serta mesin dan peralatan mekanis (HS84) sebesar 0,7 juta dolar AS.
Sementara itu, impor nonmigas dari Oman mencapai 718,8 juta dolar AS dan dari UEA sebesar 1,4 miliar dolar AS.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5177516/original/005279500_1743201082-20250329-Merak-HER_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427576/original/072429700_1764396580-Screenshot_20251129_125754_Docs.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515886/original/006200500_1772202661-Konferensi_pers_di_Brilian_Club-27_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)