Jakarta – Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), Reynaldi Hermansjah, memastikan dampak kisruh geopolitik antara Amerika Serikat-Israel kontra Iran terhadap proyek infrastruktur yang dibiayai perseroan relatif terbatas.
Reynaldi menjelaskan, sekitar 75–80% portofolio proyek yang dibiayai PT SMI menggunakan mata uang rupiah. Dengan demikian, fluktuasi nilai tukar asing tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
BACA JUGA:SMI Luncurkan Obligasi, Ajak Masyarakat Kontribusi ke Pembangunan
BACA JUGA:Aset SMI Tembus Rp 121,3 Triliun pada 2025
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Rapat Bareng PT SMI, Bahas Pembangunan Sekolah Terintegrasi
“Pengaruh fluktuasi mata uang asing terhadap PT SMI secara keseluruhan tidak begitu besar. Hanya sebagian kecil proyek yang menggunakan mata uang asing,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor PT SMI, Selasa (3/3/2026).
Meski demikian, ia mengakui dampak geopolitik berpotensi dirasakan di tingkat pemilik proyek, terutama yang masih dalam tahap pembangunan dan bergantung pada impor komponen seperti turbin, pipa, maupun peralatan lainnya.
Gangguan distribusi di pelabuhan dan transportasi laut akibat tensi global bisa memengaruhi proses pengadaan tersebut.
Namun dari sisi pembiayaan, Reynaldi menegaskan hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap proyek-proyek yang dibiayai PT SMI. Pihaknya terus memantau perkembangan global guna memastikan proyek infrastruktur tetap berjalan sesuai rencana.
“Jadi kalau proyek-proyeknya itu sendiri dari sisi kita dengan ini mungkin belum terlihat terlalu signifikan,” ucapnya.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196559/original/036587400_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412750/original/051626400_1683024970-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-3.jpg)

/2026/01/11/1785258241.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)