Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengakui kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyalurkan likuiditas sebesar Rp 200 triliun dinilai lebih cepat berdampak pada penurunan suku bunga dana perbankan dibandingkan suku bunga kredit.
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengatakan tambahan dana tersebut membuat struktur pendanaan bank, khususnya bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menjadi lebih fleksibel.
BACA JUGA:Tolak Pembayaran Tunai di Roti’O, BI: Rupiah Tak Boleh Ditolak, Penolakan Jika Ada Keraguan Keaslian
BACA JUGA:Gerak Kurs Rupiah Jelang Libur Natal, Melemah atau Perkasa?
BACA JUGA:Bank Indonesia Ungkap Penyebab Kredit Nganggur Tembus Rp 2.509 Triliun
BACA JUGA:Catat! Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia sepanjang 2026
“Apakah Rp 200 Triliun itu membantu penurunan suku bunga? Ya pastilah. Rp 200 triliun itu pasti membuat struktur dana di Bank Himbara lebih fleksibel,” kata Solikin dalam Taklimat Media, di Kantor Bank Indoensia, Jakarta, ditulis Jumat (26/12/2025).
Menurut Solikin, fleksibilitas pendanaan tersebut memberikan ruang bagi bank untuk menurunkan biaya dana atau cost of fund. Dengan likuiditas yang lebih longgar, tekanan dalam menghimpun dana dari pasar menjadi berkurang, sehingga suku bunga dana dapat disesuaikan ke level yang lebih rendah.
Dia ingin memiliki fleksibilitas dalam pendanaan. Sehingga dia akan agak lebih fleksibel, Sementara bank-bank lain Ini cari dana yang susah di luar Himbara. Sehingga di sini memiliki fleksibilitas sehingga menurunkan atau memberikan ruang perluan pada suku bunga dana,” ujarnya.
Dampaknya Belum Sepenuhnya Terasa
Namun demikian, dampak kebijakan tersebut belum sepenuhnya merembes ke suku bunga kredit. Solikin menyebut penurunan suku bunga kredit berlangsung lebih lambat dibandingkan penyesuaian suku bunga dana.
Tapi apakah itu cukup? Pertanyaannya begitu. Belum (cukup). Bank-bank lain itu juga struggle. Bank itu kan punya pipeline,” ujarnya.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455553/original/060465500_1766709164-Penandatanganan_Annex_V_kerja_sama_teknis_penerbangan_sipil_antara_Kemenhub_dan_dengan_Direction_Generale_de_l___Aviation_Civile__DGAC__.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4514832/original/065030000_1690355151-20230726-Festival-Ekonomi-Sirkular-2023-Faizal-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4925005/original/026240300_1724314722-c63f32f3-4ccf-4d9b-ba5a-3c4acd3f5b5b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)