Jakarta – Peneliti CORE Indonesia sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Andreas Santosa mengingatkan pemerintah untuk mengelola stok beras agar tidak menjadi kerugian negara. Andreas mengatakan, Thailand pernah berada dalam kondisi serupa ketika Perdana Menteri Yingluck Shinawatra disebut membuat stok beras Thailand menumpuk hingga 15,5 juta ton.
Dan ini memukul ekspor beras Thailand, sehingga negara rugi USD8 miliar. Ini nanti kami ingatkan lagi, ini negara (Indonesia) nanti ada potensi rugi besar ini, si Bulog,” katanya dalam diskusi di CORE Indonesia, Selasa (20/1/2026).
BACA JUGA:Mentan Amran Akui Beras Mahal Akibat Biaya Distribusi, Tapi Bantah Jadi Penyumbang Inflasi
BACA JUGA:Stok Beras Bulog 3,3 Juta Ton Aman hingga Lebaran 2026
BACA JUGA:Stok Beras Tembus 3,39 Juta Ton di Akhir 2025, Terbesar dalam Sejarah
Maka dari itu, lanjut Andreas, agar tidak memberikan kerugian, pemerintah perlu melakukan perhitungan pelepasan yang matang. Secara khusus, ia menekankan pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam mengelola cadangan beras sehingga tidak terjebak pada kebijakan stok besar.
Andreas menyoroti, stok awal tahun Bulog yang menurutnya sudah cukup besar dengan 3,36 juta ton. Belum lagi, kini pemerintah masih berambisi menambah stok hingga 7 juta ton.
Untuk itu, Andreas berharap, Bulog bisa secara mandiri menghitung strategi pengelolaan stok secara profesional tanpa intervensi kepentingan lain di luar fungsi stabilisasi pangan. Alhasol, stok bisa dikelola untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan dan tanpa menciptakan pemborosan fiskal.
Bukan kemudian Bulog ditimbun beras sedemikian besar, enggak tahu cara menjualnya, melepaskannya, ujar dia.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4847071/original/044008200_1717003149-Sawah-abadi-1536x614.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)