Jakarta – Keberadaan setiap 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dibangun pemerintah di setiap daerah ternyata ikut memberikan dampak lanjutan kemanfaatan secara ekonomi, sosial hingga kesehatan (eksternalities) sekitar Rp 8 triliun sampai Rp 14 triliun untuk 30 tahun.
Angka hitungan ini merupakan hasil kajian lembaga independen. Ini diungkapkan Direktur Investasi Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman pada Jumat, (6/3/2026).
BACA JUGA:Pengamat Politik Rocky Gerung Singgung soal Struktur Ekonomi Indonesia
BACA JUGA:KADIN Jakarta Ikut Operasikan Dapur SPPG Program MBG
Ada ekonom menghitung, jadi hitungannya, kalau di ekonomi kan ada konsep eksternalities, kalau misalkan kita membangun Wte skala 1.000 ton saja per day, itu ada ekonom menghitung kalau Wte kebangun sampah tidak jadi dibuang di field, 100 hektare akhirnya bisa dimanfaatkan. Kedua potensi warga sekitar terkena penyakit jauh lebih rendah, jelas dia.
Hitungan dampak lanjutan lain, seperti potensi keberadaan sampah berdampak merugikan masyarakat akibat gas methana yang dikeluarkan, atau menggangu kenyamanan saat sampah tak dibuang pada lokasi seharusnya seperti di jalan. Hingga dampak jika sampah dibuang masyarakat ke laut atau sungai.
Berkaca pada ini, Fadli mengatakan, dengan pengelolaan sampah terpadu dan terintegrasi dengan listrik setidaknya ada beberapa hal yang terselamatkan, seperti penyakit akibat pencemaran sampah bisa dihindari, dana kesehatan bisa dihemat, infrastruktur pembuangan sampah menjadi sehat dan bersih karena dibangun fasilitas publik, dan konflik sosial menjadi minim.
Menariknya lagi, tempat pembuangan sampah (TPA) nanti bisa saja tidak ada lagi lantaran sampah bisa langsung diproses. “Tentu saja ini butuh dukungan semua pihak. Ini adalah sebuah gerakan akan sadar bahwa sampah sudah menjadi masalah kehidupan kita,” terang Fadli.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524323/original/095581000_1772939787-32a17932-4f9f-4112-8225-d6a3e8c34e90.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521977/original/034309300_1772705177-Jadwal_One_Way.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1266054/original/031656800_1466064638-ist.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)