Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka peluang kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) untuk komoditas nikel. Hal itu dilakukan guna menjaga keseimbangan pasar dan meningkatkan penerimaan negara.
Pasalnya, selama ini, kata Bahlil, selama ini potensi peningkatan pendapatan dari sektor mineral yang dinilai selama ini belum optimal bagi negara.
BACA JUGA:Wanti-Wanti Bahlil: BBM di SPBU Bukan untuk Dijual Lagi
BACA JUGA:Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Gas: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang
BACA JUGA:Bahlil Ungkap Arah Baru Hilirisasi, Siapkan Proyek Rp 239 Triliun
“Kemungkinan besar HPM untuk nikel akan kita naikkan,” katanya dalam siaran daring Youtube, dikutip Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, pemerintah menginginkan harga komoditas energi dan mineral, termasuk batu bara dan nikel, tetap berada pada level yang menguntungkan. Namun demikian, setiap kebijakan relaksasi produksi akan dilakukan secara terbatas agar tidak mengganggu stabilitas harga.
Ia menekankan bahwa arahan Prabowo Subianto jelas, yakni mengutamakan kepentingan negara di atas segalanya, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Presiden memerintahkan agar kepentingan negara menjadi prioritas. Sumber daya alam adalah aset negara, jadi harus dijaga dengan baik,” tegasnya.
Bahlil menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum mengubah kebijakan terkait pengendalian supply and demand baik untuk batu bara maupun nikel. Ia menyebut, langkah-langkah strategis masih terus dikoordinasikan dengan mempertimbangkan dinamika pasar global.
“Belum ada perubahan kebijakan. Saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden, sambil kita melihat perkembangan. Kalau harga stabil dan bagus, kita akan siapkan relaksasi, tapi harus terukur dan tetap menjaga keseimbangan supply and demand,” ujar Bahlil.
/2024/01/10/1175600077.jpg)
/2026/01/14/1753234005.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2016/10/07/1683647833.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2244940/original/003410800_1528541312-20180609-Mudik-di-Soeta-FF1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541636/original/081632100_1774874847-3301f0a8-f092-4641-84d6-9914f33c0643.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
/2024/02/28/568105007.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)