Jakarta – Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengungkapkan masih banyak bahan baku industri yang dipenuhi dari impor. Bahkan, gula kebutuhan industri masih sepenuhnya didatangkan dari luar negeri.
Kalau kita bicara bahan baku di industri agro dan makanan minuman itu memang kita harus akui sebagian besar masih tergantung impor, kata Adhi, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA:Bos Danantara Larang Impor Gerbong Kereta Api, Wajib Pakai Produk Lokal
BACA JUGA:Ini Usul Pengusaha ke Prabowo Saat Dipanggil ke Hambalang
BACA JUGA:Mentan Targetkan Impor Bawang Putih Henti 5 Tahun Lagi
BACA JUGA:Skema Baru Impor BBM Swasta, Berlaku per 6 Bulan
Dia menerangkan, 100 persen gula kebutuhan industri masih diambil dari impor. Jagung untuk makanan pun sebesar 90 persen, susu masih 80 persen, dan garam sekitar 70 persen impor.
Sejatinya, dia sepakat jika harus mengambil bahan baku dari dalam negeri. Tantangannya, produksi lokal untuk kebutuhan dalam negeri masih minim imbas perkembangan industri hulu yang masih terbatas.
Ternyata perkembangan di hulu itu lebih lambat dibandingkan di hilir. Sehingga kita semakin tertinggal, kita semakin banyak butuh bahan baku yang dari impor, kata dia.
Kan pemerintah pengennya swasembada, nah, sebab itu peraturannya sangat ketat sekali, ada lartas, ada macam-macam peraturan yang membatasi itu. Nah, inilah yang kita perlu sinkronkan, sambungnya.
/2025/12/04/1281030887.jpg)
/2025/10/29/865650798.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/15/1325170386.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497419/original/068689300_1770627953-Mensesneg_Prasetyo.jpg)

/2022/04/01/764563844.jpg)
/2025/08/07/737618233.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5139939/original/076629500_1740130101-IMG-20250221-WA0002.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4898437/original/015266300_1721643866-965ec85f-ffdc-4ba4-83ff-1fa9c30e62eb.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498860/original/065344600_1770723530-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_18.37.15__1_.jpeg)