Jakarta – Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang rupiah akan kembali melemah pada perdagangan hari ini direntang Rp 16.950 hingga Rp 16.980.
Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 16.950- Rp 16.980, kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Klaim Dapat Tangani Rupiah dalam 2 Malam
BACA JUGA:Ini Dampaknya Jika Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah
BACA JUGA:Rupiah Makin Merosot, BI Diprediksi Bakal Tahan Suku Bunga Acuan
Adapun ada perdagangan sebelumnya, Senin (19/1) mata uang rupiah melemah dilevel Rp 16.955.
Pada perdagangan sore (19/1), mata uang rupiah ditutup melemah 68 point sebelumnya sempat melemah 75 point dilevel Rp 16.955 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.896, ujarnya.Â
Di dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni, demi mendukung agenda pertumbuhan Presiden Prabowo Subianto di tahun 2029 sebesar 8%, maka pemerintah akan mencoba menerapkan kebijakan yang relatif tidak lazim sehingga adanya risiko jangka menengah yang lebih besar , yang dapat memicu sentimen negatif lebih lanjut terhadap rupiah.Â
Selain itu, kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Indonesia kembali mencuat setelah terungkap pada 8 Januari 2026 bahwa defisit anggaran tahun lalu mendekati batas hukum sebesar 3%, sementara penerimaan negara masih lemah. Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah. Â
Walaupun, Bank Indonesia melakukan intervensi untuk mengendalikan volatilitas, terdapat cukup banyak keterbatasan dari sisi kebijakan. Bank Indonesia secara rutin melakukan pembelaan terhadap rupiah baik di pasar DNDF maupun pasar NDF. Namun, toleransi Bank Indonesia terhadap pelemahan rupiah yang moderat dapat membatasi efektivitas intervensi tersebut, ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)