Jakarta – Amerika Serikat (AS) telah mencabut sanksi terhadap sebagian minyak Iran. Hal ini seiring upaya mereka untuk membatasi dampak perang di Iran terhadap pasar energi.
Mengutip BBC, Sabtu (21/3/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan penerbitan otorisasi jangka pendek yang dirancang secara khusus, yang mengizinkan penjualan minyak Iran saat terperangkap di laut.
BACA JUGA:Rusia Kantongi Cuan dari Minyak Imbas Perang Iran, Segini Nilainya
BACA JUGA:Regulator AS Ungkap Detil Baru Terkait Jaminan Kripto
BACA JUGA:Survei: 72% Pemimpin Melihat Kripto jadi Hal yang Penting
Langkah ini menandai pembalikan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang telah lama berlaku secara mengejutkan dan dengan hasil yang sangat tidak pasti.
Ahli menuturkan, hal ini akan memiliki efek terbatas pada harga, dan dapat meningkatkan dana yang mengalir ke rezim Iran yang sedang diserang Amerika Serikat. Di dunia, harga energi melonjak karena perang berdampak buruk pada pengiriman dan produksi.
Pada Jumat, Bessent mengatakan izin tersebut berlaku untuk penjualan minyak mentah dan produk minyak bumi asal Iran yang saat ini dimuat di kapal.
Departemen Keuangan menyebutkan, otorisasi tersebut akan berlaku hingga 19 April.
Sekretaris keuangan mengatakan langkah ini akan dengan cepat membawa sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global.
Sebelum perang, China adalah pembeli utama minyak yang berasal dari Iran, membeli barel tersebut dengan diskon besar karena sanksi yang diberlakukan oleh AS dan negara-negara lain.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business pada Kamis, Bessent mengatakan pengecualian terhadap pembatasan penjualan dapat membantu mengalihkan lebih banyak pasokan tersebut ke negara-negara lain yang membutuhkan minyak, seperti India, Jepang, dan Malaysia, sementara memaksa China untuk membayar harga pasar.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535450/original/037222500_1774011124-IMG_2579.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931532/original/090545100_1724925587-IMG-20240829-WA0029.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)