Jakarta – Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengecualikan traif bagi beberapa pakaian dan tekstil Bangladesh yang dibuat dengan bahan-bahan produksi AS.
Mengutip BBC, Selasa (10/2/2026), sebagai bagian dari kesepakatan itu, Amerika Serikat setuju menurunkan tarifnya untuk Bangladesh dari 20% menjadi 19%. Langkah ini dilakukan sebagai imbalan atas kesediaan Dhaka membuka pasar bagi lebih banyak produk asal AS.Â
BACA JUGA:Pabrik Garmen di Bangladesh Terbakar, 16 Orang Tewas
Industri garmen menjadi andalan ekonomi Bangladesh, sehingga menempati posisi sebagai pengekspor pakaian terbesar kedua di dunia setelah China. Pemerintah Banglades telah berdiskusi dengan Trump terkait pemberlakuan tarif terhadap mitra dagang global tahun lalu.
Trump mengatakan, perjanjian ini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dan menawarkan akses pasar yang belum pernah terjadi antara mereka berdua sebelumnya.
AS berencana menurunkan tarif impor bagi Bangladesh dan akan menentukan sejumlah produk pakaian serta tekstil dari negara itu agar dapat masuk ke pasar AS tanpa dikenakan tarif.
Maksud barang yang disebut adalah produk yang terbuat dari kapas Amerika dan tekstil sintesis. Jumlah barang yang dikirim akan disesuaikan dengan volume ekspor tekstil AS ke Bangladesh.
Sektor pakaian menyumbang lebih dari 80% dari total pendapatan ekspor Bangladesh dan mempekerjakan sekitar empat juta pekerja.
Balasan Bangladesh kepada AS
Sebagai kompensasinya, Bangladesh sepakat memberikan akses pasar preferensial yang lebih luas bagi sejumlah produk pertanian dan industri asal Amerika Serikat.Â
Kesepakatan ini mencakup pembukaan pasar untuk bahan kimia, alat kesehatan, suku cadang mobil, produk kedelai, serta daging dari AS.
Bangladesh akan mematuhi peraturan AS tentang makanan, obat-obatan, serta keselamatan dan emisi kendaraan demi memudahkan barang-barang AS masuk ke sana.
/2024/09/05/1607807087.jpg)
/2025/08/15/913378509.jpg)
/2025/11/28/671909164.jpg)
/2023/08/27/2045889489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498894/original/058844900_1770725787-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_6.19.19_PM__1_.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497711/original/020774400_1770680315-1aadc6a4-2f69-4f7f-bc71-7700a2127556.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497769/original/031078900_1770688032-IMG_1212.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497783/original/035354500_1770688726-IMG_1161.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497961/original/095553400_1770695547-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_09.47.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5376373/original/001849000_1760002493-IMG-20251009-WA0006__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011972/original/012375300_1651298812-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497606/original/095836000_1770639069-IMG_1162.jpeg)