Jakarta – Pemerintah Argentina dilaporkan telah membeli Hak Penarikan Khusus (Special Drawing Rights/SDR) senilai USD 808 juta atau Rp 13,56 trililiun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.790) dari Departemen Keuangan Amerika Serikat. Langkah darurat ini diambil guna memenuhi kewajiban pembayaran bunga kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Melansir laporan dari La Nacion dikutip dari Yahoo Finance, Senin, (2/2/2026), transaksi ini menjadi krusial bagi Argentina untuk menjaga kredibilitas keuangannya di mata global. Sebagai informasi, SDR merupakan aset cadangan internasional yang diciptakan oleh IMF dengan nilai yang didasarkan pada sekeranjang mata uang utama dunia.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan di Patagonia Argentina Ancam Ekosistem
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Landa Patagonia Argentina: Ribuan Hektare Lahan Hangus, 3.000 Wisatawan Dievakuasi
BACA JUGA:Argentina Bakal Izinkan Bank Sediakan Layanan Kripto pada 2026
Upaya Mencegah Krisis Mata Uang
Kesepakatan ini bukanlah kerja sama pertama antara kedua negara. Tahun lalu, Amerika Serikat telah memberikan bantuan keuangan penting bagi Argentina sebagai upaya pencegahan agar negara Amerika Selatan tersebut tidak terperosok ke dalam krisis mata uang yang lebih dalam.
Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei yang dikenal dengan kebijakan ekonomi ultraliberalnya, Argentina terus mempererat hubungan dengan Negeri Paman Sam. Milei memosisikan Argentina sebagai sekutu utama pemerintahan Presiden AS Donald Trump di kawasan Amerika Latin.
Fokus pada Pemulihan Ekonomi
Sejak menjabat, Presiden Milei telah melakukan berbagai pemangkasan belanja publik yang drastis guna menstabilkan ekonomi nasional yang dilanda inflasi tinggi. Pembelian SDR ini dilihat sebagai bagian dari strategi besar untuk menambal defisit dan memastikan jadwal pembayaran utang kepada IMF tetap berjalan sesuai rencana.
Hingga kini, Kementerian Ekonomi Argentina belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian transaksi tersebut. Namun, dengan langkah ini Argentina berusaha keras menghindari gagal bayar.
/2017/04/27/313583694.jpg)
/2025/12/11/1752474654.jpg)
/2019/07/01/1516431989.jpg)
/2025/12/12/590783714.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
/2019/10/07/1674202269.jpg)
/2025/12/12/1156673284.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5285271/original/007266900_1752663315-20250716-Inflasi-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)