Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah memantau ketat dampak eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak mentah Brent ke level USD 78,2 per barel. Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi melalui penguatan program biodiesel guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto mengaku masih memantau dampak serangan AS dan Israel ke Iran. Utamanya terkait dampaknya ke harga energi global. Seto masih menunggu kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut. Setidaknya, dampaknya bisa terlihat jelas dalam sepekan ke depan.
BACA JUGA:Harga Bahan Baku di Indonesia Bisa Naik Imbas Perang AS-Iran, Tak Cuma BBM
BACA JUGA:BPS Beberkan Nilai Impor dan Ekspor Indonesia di Jalur Selat Hormuz
BACA JUGA:Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 0,95 Miliar di Januari 2026, Cetak Rekor 69 Bulan Beruntun
Kalau menurut saya uncertainty-nya masih cukup tinggi. Kita harus lihat dalam beberapa minggu ke depan, terutama seminggu ke depan ini, bagaimana eskalasinya di sana, ungkap Seto, ditemui di Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Senin (2/3/2026).
Jika tidak ada eskalasi perang lanjutan, menurutnya dampaknya tidak akan memukul terlalu berat. Meski, pada awal-awal serangan ini harga minyak mentah Brent sudah naik ke USD 78,2 per barel.
Jadi kalau ini bisa selesai cepat, mungkin naiknya enggak akan tinggi lagi. Tapi kalau ini berlarut-larut, ya itu yang dikhawatirkan. Itu yang mungkin akan membuat kondisinya bisa lebih uncertain dan volatilitas harga di energinya bisa akan lebih tinggi, tuturnya.
Anak Buah Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan banyak negara akan terdampak eskalasi ketegangan di Iran tersebut.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)