Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap jumlah dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur terdampak bencana Sumatera. Nilainya mencapai Rp 51 triliun untuk tiga provinsi.
AHY menjelaskan, angka itu masih berpotensi naik jika didapati temuan terbaru. Diakuinya, proses penghitungan masih terus dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BACA JUGA:AHY: 112 Ribu Rumah Rusak Diterjang Longsor dan Banjir Sumatera
BACA JUGA:Pemulihan Bencana Banjir Sumatera Diproyeksi Butuh Anggaran Rp 50 Triliun
BACA JUGA:AHY: Kebutuhan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra di Atas Rp 50 Triliun
BACA JUGA:AHY Resmikan Pembangunan Kertajati Aerospace Park, Target Operasi Tahun Depan
Bisa saja akan ada penambahan atau pengembangan, itu sekitar Rp 51 triliun untuk (sektor yang ditangani) Kementerian PU, untuk penanganan baik rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi, ungkap AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Adapun jumlah paling besar dibutuhkan untuk rekonstruksi di Provinsi Aceh sebesar Rp 24 triliun. Sementara itu, Sumatra Utara dan Sumatra Barat masing-masing sekitar Rp 13 triliun.
Paling besar memang karena yang terdampak paling besar adalah Aceh, maka kurang lebih Rp 24 triliun itu Aceh, sedangkan sisanya sekitar Rp 13 triliunan itu untuk Sumatera Utara maupun Sumatera Barat. Jadi total kurang lebih sekali lagi Rp 51 triliun, ujarnya.
Dana tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan hingga jalan yang terputus imbas longsor dan banjir. Lalu, bendungan, irigasi, dan air baku. Kemudian, akses ketersediaan air bersih untuk korban terdampak. Serta, kerusahan di prasarana seperti sekolah dan madrasah.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343476/original/091936200_1757423065-Gemini_Generated_Image_phpdkophpdkophpd.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440006/original/059264700_1765419231-Tusam_Hutani_Lestari.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427124/original/035585000_1764327483-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-28_november_2025.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244922/original/072045700_1749267953-Foto_Ilustrasi_DBS__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4725084/original/029170000_1706081368-20240124-Rumah-Subsidi-KPR-BTN-Naik-Imam-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/835074/original/095573900_1427174835-The-Fed-1-20150324-Johan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5443429/original/035628100_1765688595-38a03a04-1d8a-4503-bbfa-77533f94eb0d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196559/original/036587400_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_6.jpg)