Jakarta – Pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat dinilai akan membawa perubahan langsung bagi petani Papua melalui kemudahan akses pupuk dan peningkatan produktivitas pertanian.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, yang akrab dipanggil Billy Mambrasar, menyebut selama ini tingginya biaya pengiriman pupuk menjadi tantangan utama sektor pertanian di Papua.
BACA JUGA:7 Cara Mengatasi Media Tanam Terlalu Basah agar Akar Tidak Membusuk
BACA JUGA:Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Pasok Bahan Baku Pupuk NPK
BACA JUGA:7 Cara Menanam Daun Bawang agar Tidak Cepat Kuning, Hasil Panen Segar Optimal
Billy menjelaskan bahwa dengan hadirnya pabrik pupuk di wilayah tersebut, efisiensi logistik dinilai dapat dicapai.
“Cost biaya pengiriman pupuk itu kan menjadi hampir lebih sepertiga dari biaya pertanian selain biaya tenaga kerja. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk dan biaya logistiknya lebih murah,” ujar Billy, dikutip Minggu (18/1/2026).
Menurut Billy, efisiensi logistik tersebut akan berdampak langsung pada daya saing sektor pertanian di Papua. “Maka kita bisa menekan biaya hingga sepertiga dari yang sekarang. Artinya lebih kompetitif produk pertaniannya,” jelas Billy.
Selain efisiensi biaya, Billy juga menilai kedekatan akses pupuk berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas petani, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan jarak distribusi yang panjang.
“Petani-petani lokal yang ada di wilayah-wilayah yang selama ini ketika mendatangkan pupuk harus nunggu berjam-jam. Itu bisa terbantu dengan availability yang ada. Jadi produktivitasnya naik,” jelas Billy.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459590/original/009550100_1767166234-1000025196.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478542/original/081489700_1768904175-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Januari_2026.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)