Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan percepatan peremajaan sawit rakyat menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional secara berkelanjutan. Namun, tantangan tata kelola dan legalitas lahan masih menjadi hambatan besar dalam pelaksanaannya.
BACA JUGA:Cara Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim
BACA JUGA:Salim Ivomas Pratama Bukukan Penjualan Rp 21,06 Triliun di 2025, Laba Tumbuh 33%
BACA JUGA:Membangun Masa Depan dari Kebun Sawit: Kisah Ketekunan dan Kemitraan
Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP Lupi Hartono dalam diskusi Reshaping Indonesia’s Palm Oil Foundations in an Era of Climate Risk and New Governance Standards.
“Peremajaan sawit rakyat menjadi prioritas karena produktivitas kebun petani sudah menurun,” ujar Lupi, dikutip Minggu (8/3/2025).
Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi nasional secara berkelanjutan
BPDP mencatat sekitar 4,8 juta hektar lahan sawit rakyat membutuhkan peremajaan. Hingga saat ini, realisasi peremajaan baru mencapai sekitar 400 ribu hektar, dengan skema pembiayaan sebesar Rp60 juta per hektar dan batas maksimal empat hektar per petani. Dari target peremajaan 120 ribu hektar per tahun, capaian aktual masih berkisar 40 ribu hektar per tahun.
Menurut Lupi, keterbatasan tersebut tidak disebabkan oleh kurangnya dukungan pembiayaan, melainkan oleh kendala struktural yang lebih mendasar.
“Masalah utama ada pada legalitas lahan dan perizinan, termasuk terkait kawasan hutan,” kata Lupi.
Tanpa pembenahan aspek ini, percepatan peremajaan akan sulit dicapai. Selain peremajaan, BPDP juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung intensifikasi kebun rakyat, termasuk penyediaan bibit unggul, dukungan dari tahap penanaman hingga pascapanen, serta fasilitasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi perkebunan rakyat.
BPDP juga membiayai riset dan pengembangan dari hulu hingga hilir untuk memperkuat produktivitas dan daya saing industri sawit.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375846/original/057251800_1680074711-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1266054/original/031656800_1466064638-ist.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523789/original/056931200_1772862011-384905eb-577a-4959-ad96-3ce4dd5389ee.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)