Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat pada Februari 2026 sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi dan 5 provinsi lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen, dan deflasi terendah terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.
Sebaran inflasi menurut bulan dan wilayahnya, sebanyak 33 Provinsi mengalami inflasi dan 5 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan yaitu 1,04 persen, kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3/2026).
BACA JUGA:Memahami Repricing, Peserta Asuransi Wajib Tahu
BACA JUGA:BPS: Bulan Ramadan selalu Inflasi
BACA JUGA:Emas Perhiasan Jadi Biang Kerok Inflasi Februari 2026
Adapu BPS mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan, terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.
Pada bulan Februari tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026, ujarnya.
Sementara, secara tahun kalender terjadi inflasi sebesesar 0,53 persen. Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,54 persen.
Makanan, minuman, dan tembakau ini juga memberikan andil inflasi 0,45 persen, ujarnya.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4369277/original/010065100_1679572331-Berburu-Takjil-Buka-Puasa-Ramadhan-2023-di-Kawasan-Benhil-Herman-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)