Jakarta – Perusahaan perangkat lunak Strategy kini dikenal sebagai salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. Selama lebih dari lima tahun, perusahaan ini secara konsisten membeli Bitcoin (BTC), bahkan menjadi pelopor tren perusahaan yang memasukkan aset kripto ke dalam neraca keuangan mereka.
Melansir Yahoo Finance, Minggu (22/3/2026), awalnya, langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk “memaksimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham”. Namun, seiring waktu, pendekatan tersebut berkembang menjadi strategi besar yang ikut mengubah cara perusahaan melihat aset kripto. Tren ini juga semakin kuat karena hubungan antara pasar keuangan tradisional dan kripto yang kian erat.
BACA JUGA:Perang Iran Guncang Aktivitas IPO di India, Minat Investor Melemah
BACA JUGA:Indosat Bakal Gelar RUPST 5 Mei 2026, Cek Syarat Hak Suara di Sini!
Hingga saat ini, Strategy telah mengumpulkan sekitar 761.068 BTC. Jumlah itu setara dengan sekitar 3,6% dari total pasokan Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta koin. Dengan harga Bitcoin yang berada di atas USD 70.000 atau setara Rp 1,18 miliar (asumsi kurs Rp 16.956 per dolar AS), nilai kepemilikan tersebut kini mencapai hampir USD 54 miliar atau setara Rp 915,6 triliun.
Menariknya, perusahaan ini tetap agresif membeli Bitcoin meski harga terus naik. Salah satu pendiri sekaligus Chairman Eksekutif Strategy, Michael Saylor, bahkan menegaskan komitmennya untuk terus membeli di berbagai level harga.
Strategi tersebut membuat harga rata-rata pembelian Bitcoin perusahaan kini naik menjadi sekitar USD 75.700 per koin. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga pembelian awal mereka, yang berarti perusahaan terus menambah kepemilikan meski harga sudah meningkat berkali-kali lipat.
/2025/07/26/1598174070.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)







:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4936121/original/064287200_1725424841-WhatsApp_Image_2024-09-03_at_21.05.41.jpeg)