Jakarta – Standard Chartered prediksi kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni bitcoin hadapi tekanan ke depan. Lembaga keuangan tersebut perkirakan harga bitcoin (BTC) akan anjlok hingga USD 50.000 atau Rp 840,76 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820) dalam beberapa bulan ke depan.
Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered Geoffrey Kendrick menuturkan, perkiraan itu dalam catatan yang dibagikan kepada investor pada Kamis pekan ini.
BACA JUGA:Bitcoin Anjlok ke USD 60.000, Hedge Fund Ini Diduga Jadi Biang Kerok
BACA JUGA:Bitcoin Masuk Zona Kapitulasi, Harga BTC Berpotensi Anjlok
Kita akan melihat lebih banyak kesakitan dan periode kapitalisasi terakhir untuk harga aset digital dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Kendrick.
Ia tidak hanya memperkirakan Bitcoin akan anjlok 26% menjadi USD 50.000, tetapi juga mengatakan Ethereum akan kehilangan hampir 30% dari nilainya saat ini dan turun menjadi USD 1.400 dalam beberapa bulan ke depan.
Standard Chartered juga menurunkan ekspektasinya untuk harga akhir tahun bagi mata uang kripto teratas, dengan mengatakan Bitcoin akan berakhir tahun ini di USD 100.000 dan Ethereum di USD 4.000. Sebelumnya, Kendrick mengatakan bahwa harga Bitcoin dan Ethereum akan mencapai USD 150.000 dan USD 7.500 pada akhir 2026.
Bitcoin dan Ethereum mencapai titik tertinggi sepanjang masa masing-masing sebesar USD 126.080 dan USD 4.946 pada 2025.
Pandangan pesimistis Kendrick mencerminkan sentimen pengamat industri lain di seluruh dunia kripto yang telah mengamati pembantaian pasar yang telah menguras USD 2 triliun, atau sekitar setengah dari total nilai pasar kripto sejak Oktober.
Namun, Kendrick mengatakan keadaan akan memburuk karena investor di ETF Bitcoin dan Ethereum tidak membeli saat harga turun, tetapi memilih untuk menjual.
Ia menambahkan latar belakang risiko makro juga menjadi lebih menantang, dan bahwa para pedagang telah memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga hingga Juni, ketika kepala Federal Reserve yang baru mengambil alih jabatan.
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2024/09/16/78355248.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2024/11/12/808128652.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502630/original/043008700_1770992150-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_21.10.22.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502576/original/019088700_1770989375-Sunarto-13_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485621/original/068828500_1769516121-Foto_2.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375846/original/057251800_1680074711-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424747/original/096223300_1683862013-close-up-hands-holding-tablet.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)