Jakarta – Pasar kripto kembali diterpa guncangan besar setelah lebih dari USD 204 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun (estimasi kurs Rp 16.661 per USD) posisi perdagangan dilikuidasi hanya dalam waktu satu jam.
Dikutip dari coinmarketcap, Senin (1/12/2025), gelombang likuidasi ini mengejutkan pelaku pasar, terutama karena sekitar USD 202,94 juta berasal dari posisi long—tanda bahwa banyak trader bertaruh pada kenaikan harga namun gagal mengantisipasi pembalikan pasar yang sangat cepat.
BACA JUGA:OJK: Ratusan Perusahaan Sudah Pakai Kripto Buat Investasi
BACA JUGA:Didorong Reli Bitcoin, Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus USD 4 Triliun
BACA JUGA:Harga Bitcoin 1 Desember 2025 Kembali Tertekan, Ini Pemicunya
Sementara itu, posisi short yang ikut terkena likuidasi hanya mencapai USD 1,52 juta, menunjukkan bahwa trader yang bersikap bearish justru berada di sisi yang “aman” dalam pergerakan pasar kali ini.
Likuidasi long sendiri terjadi ketika trader memasang posisi dengan ekspektasi harga akan naik, namun dipaksa menutup posisi karena nilai aset tiba-tiba merosot.
Lonjakan likuidasi besar-besaran seperti ini biasanya membuat volatilitas meningkat tajam. Dalam kondisi tersebut, harga aset kripto sering kali kembali tertekan karena sistem likuidasi otomatis di bursa memicu tekanan jual tambahan.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan setelah Cointelegraph melaporkan data likuidasi besar tersebut melalui media sosial.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429090/original/099336400_1764573566-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Inovasi_Teknologi_Sektor_Keuangan__Aset_Keuangan_Digital__dan_Aset_Kripto_OJK__Hasan_Fawzi-_1_desember_2025a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4977955/original/029448300_1729683087-Screenshot_2024-10-23_183027.jpg)
/2024/05/05/1407961340.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473444/original/093171500_1768444417-44a3ad63-d813-440f-a37c-9ee4f21630c1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473447/original/050483400_1768444830-f770dbf6-e7c5-46cf-b34d-296dfabb0b0f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641383/original/035848000_1499335807-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473233/original/098315500_1768392965-Bea_Cukai_dan_Polri_ungkap_upaya_penyelundupan_narkotika_melalui_barang_kiriman_internasional.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)