Jakarta – Investor miliarder Ray Dalio memperingatkan soal Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang dan aset lindung nilai (safe haven).
Ia menilai Bitcoin memiliki dukungan bank sentral yang minim serta masih menyisakan kekhawatiran terkait keterbatasan privasi dan ketahanannya terhadap komputasi kuantum.
BACA JUGA:Serangan AS-Israel Picu Lonjakan Penarikan Kripto dari Bursa Terbesar Iran hingga 700%
BACA JUGA:Di Tengah Serangan AS-Israel, Stablecoin Jadi “Nafas” Sistem Keuangan Iran
Mengutip laman Cointelegraph.com, Rabu (4/3/2026), Dalio menepis gagasan bahwa Bitcoin (BTC) dapat berfungsi sebagai emas digital. Dalam wawancaranya di All-In Podcast pada Selasa (3/3) ia mengatakan bahwa “hanya ada satu emas.”
“Emas bukan sekadar logam mulia yang dispekulasikan. Emas merupakan “uang yang paling mapan” dan menjadi mata uang cadangan terbesar kedua yang dimiliki bank sentral, ujar Dalio.
Dalio juga mengatakan dirinya tidak melihat alasan mengapa bank sentral ingin membeli Bitcoin dan menyimpannya dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Dalio pernah menyebut bahwa Bitcoin memiliki karakteristik hard money, namun ia juga mencatat bahwa aset tersebut masih memiliki korelasi yang cukup tinggi dengan saham teknologi.
“Dari perspektif kepemilikan, penawaran dan permintaan bisa terpengaruh jika seseorang tertekan di satu area dan harus menjual aset lain yang mereka miliki,” jelasnya.
/2025/10/16/375892851.jpg)
/2025/07/14/152958095.jpg)
/2026/01/06/1043778783.jpg)
/2025/12/04/917036872.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732115/original/070853200_1706779283-fotor-ai-20240201161614.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519556/original/062756300_1772582112-30eb8930-3e63-4d01-8494-8bbe5d1498c2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4343918/original/011952600_1677749769-20230302-Peternakan-Unggas-Flu-Burung-AFP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519320/original/001297200_1772545720-IMG-20260303-WA0081.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519322/original/003963000_1772545748-PT_Kereta_Api_Logistik__KAI_Logistik__-3_maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509479/original/035334100_1771722267-Pejabat_Sementara_Ketua_Dewan_Komisioner_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK__Friderica_Widyasari_Dewi-22_Februari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519348/original/068398200_1772548669-Direktur_Operasional_dan_Keuangan_PT_SMI__Aradita_Priyanti.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1217808/original/097705600_1461834626-20160428-Jelang-Hari-Buruh_-Presiden-Buruh-Bahas-Pembentukan-Partai-Politik-Antonius-4.jpg)