Jakarta – Exchange Traded Fund (ETF) bitcoin (BTC) atau ETF Bitcoin Spot dan Ethereum (ETH) spot Amerika Serikat (AS) mengalami arus keluar berkelanjutan. Hal ini seiring investor mengalihkan modal ke saham global. Dua ETF kripto ini hanya mencatat arus masuk positif selama dua minggu terakhir pada 2026.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (14/2/2026), pergeseran ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, pasar tenaga kerja AS yang tangguh, dan arus masuk rekor ke dana saham global di luar AS.
BACA JUGA:Bank Mandiri Klaim Kinerja dan Modal Tetap Solid meski Tebar Dividen Rp 9,3 Triliun
BACA JUGA:Dukungan bagi UMKM jadi Penguat Usaha Ultra Mikro Perekonomian Nasional
BACA JUGA:Bos Danantara Bongkar Alasan Tak Suntik Modal ke TINS
Selama beberapa minggu terakhir, ETF Bitcoin spot AS telah bergerak ke wilayah arus keluar bersih yang jelas. Total aset telah turun tajam dari level tertinggi baru-baru ini di dekat USD 115 miliar atau Rp 1.936 triliun (asumsi kurs dolar AS menjadi 16.840) menjadi sekitar USD 83 miliar atau Rp 1.397 triliun.
ETF Ethereum menunjukkan kontraksi yang lebih tajam, dengan aset menurun dari sekitar USD 18 miliar atau Rp 303,05 triliun menjadi sekitar USD 11 miliar atau Rp 185,20 triliun. Ini bukan volatilitas acak. Ini mencerminkan modal yang meninggalkan kelas aset tersebut.
Pada saat yang sama, ETF ekuitas internasional mencatat arus masuk terkuat mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Januari mencatat alokasi rekor ke dana global di luar AS, yang menyerap sekitar sepertiga dari total arus masuk ETF meskipun mewakili bagian yang jauh lebih kecil dari total aset.
Investor institusional tampaknya mengurangi eksposur terhadap perdagangan pertumbuhan AS yang ramai, termasuk kripto dan mengalokasikan kembali ke pasar luar negeri yang lebih murah di tengah membaiknya kondisi makro di luar negeri.
Sementara itu, data pekerjaan AS yang lebih kuat mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi. Imbal hasil yang lebih tinggi memperketat kondisi keuangan dan meningkatkan daya tarik obligasi relatif terhadap aset berisiko.
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2024/09/16/78355248.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2024/11/12/808128652.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/04/25/1220420315.jpg)
/2020/08/31/176606199.jpg)
/2025/12/04/1281030887.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375846/original/057251800_1680074711-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)