Jakarta – Industri kripto di Indonesia dinilai mulai memasuki fase konsolidasi setelah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi, kini fokus bergeser pada penguatan tata kelola, literasi, perlindungan konsumen, serta keberlanjutan ekosistem dan kontribusinya terhadap perekonomian.
CEO Indodax, William Sutanto, menyampaikan bahwa industri saat ini berada dalam tahap yang menuntut pendekatan lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.
BACA JUGA:Serangan AS-Israel Picu Lonjakan Penarikan Kripto dari Bursa Terbesar Iran hingga 700%
BACA JUGA:Di Tengah Serangan AS-Israel, Stablecoin Jadi “Nafas” Sistem Keuangan Iran
BACA JUGA:RUU Kripto Mandek, Donald Trump Sindir Perbankan
Kami melihat industri kripto Indonesia mulai memasuki fase konsolidasi dan pendewasaan. Tantangannya bukan lagi soal membangun awareness, tetapi bagaimana membangun kepercayaan jangka panjang melalui tata kelola yang kuat, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi erat dengan regulator dan komunitas, ujar William dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/3/2026).
Menurut William, pada fase ini pelaku industri dituntut memperkuat aspek keamanan dan transparansi. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan adalah meningkatkan investasi pada keamanan teknologi informasi serta memperluas standar keterbukaan kepada pengguna.
Ia menambahkan bahwa sejalan dengan penguatan keamanan, pihaknya juga menaikkan standar transparansi, salah satunya melalui publikasi Proof of Reserves sebagai bentuk komitmen keterbukaan kepada member. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dalam berbagai siklus pasar, sehingga member dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan.
/2025/10/16/375892851.jpg)
/2025/07/14/152958095.jpg)
/2026/01/06/1043778783.jpg)
/2025/12/04/917036872.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1495582/original/005779000_1486038841-Ray_Dalio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732115/original/070853200_1706779283-fotor-ai-20240201161614.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519556/original/062756300_1772582112-30eb8930-3e63-4d01-8494-8bbe5d1498c2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4343918/original/011952600_1677749769-20230302-Peternakan-Unggas-Flu-Burung-AFP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519320/original/001297200_1772545720-IMG-20260303-WA0081.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519322/original/003963000_1772545748-PT_Kereta_Api_Logistik__KAI_Logistik__-3_maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509479/original/035334100_1771722267-Pejabat_Sementara_Ketua_Dewan_Komisioner_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK__Friderica_Widyasari_Dewi-22_Februari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519348/original/068398200_1772548669-Direktur_Operasional_dan_Keuangan_PT_SMI__Aradita_Priyanti.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1217808/original/097705600_1461834626-20160428-Jelang-Hari-Buruh_-Presiden-Buruh-Bahas-Pembentukan-Partai-Politik-Antonius-4.jpg)