Jakarta – The International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memperingatkan keuangan berbasis token dapat menyebabkan krisis keuangan terjadi lebih cepat daripada kemampuan bank sentral untuk merespons, meskipun menjanjikan pengurangan biaya dan penghapusan penundaan penyelesaian.
Demikian berdasarkan laporan IMF pada Kamis pekan ini dikutip dari the block, Minggu, (5/4/2026).
BACA JUGA:Soal Usulan IMF, Menkeu Pastikan Tarif Pajak Belum Berubah
BACA JUGA:Sindiran Keras Purbaya ke Moody’s dan IMF: Offside Soal Outlook Ekonomi Indonesia
BACA JUGA:Argentina Borong SDR Rp 13,56 Triliun dari AS demi Bayar Bunga Utang IMF
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh, IMF Ramal Pertumbuhan Berlanjut hingga 2026
Laporan yang ditulis oleh Penasihat Keuangan IMF Tobias Adrian, berpendapat tokenisasi merupakan pergeseran struktural dalam arsitektur keuangan dan bukan sekadar peningkatan efisiensi marginal. Ini adalah salah satu penilaian kebijakan paling rinci tentang risiko sistemik tokenisasi yang diterbitkan hingga saat ini.
Kekhawatiran utama Adrian adalah inefisiensi yang ingin dihilangkan oleh tokenisasi justru berfungsi sebagai peredam guncangan. Jendela penyelesaian tradisional dua hari memberi bank sentral waktu untuk memobilisasi likuiditas, eksposur bersih, dan melakukan intervensi sebelum penyelesaian menjadi final. Sistem berbasis token menghilangkan penyangga tersebut berdasarkan desainnya.
Panggilan margin otomatis dan lingkaran umpan balik algoritmik memperpendek waktu yang tersedia untuk intervensi, kata laporan itu. Fasilitas pinjaman darurat bank sentral dibangun untuk siklus hari kerja, bukan lingkungan otomatis 24/7.
Adrian menyoroti stablecoin sebagai titik lemah struktural, membandingkannya dengan dana pasar uang: berfungsi dalam kondisi tenang tetapi rentan terhadap penarikan dana besar-besaran ketika kepercayaan runtuh.
Ia menyebutkan, bahkan stablecoin yang didukung penuh pun bergantung pada kapasitas operasional penerbit untuk memenuhi penebusan dan pada likuiditas pasar sekuritas pemerintah yang mendasarinya.
Stablecoin tanpa akses ke cadangan bank sentral memerlukan pengamanan tambahan di tingkat infrastruktur, termasuk penyangga likuiditas yang lebih tinggi dan margin konservatif, untuk mengimbangi risiko aset penyelesaian, tulis Adrian dalam laporan tersebut.
/2026/01/18/529366547.jpg)
/2025/12/04/352600800.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2022/01/03/1388838796.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980731/original/087399800_1648714875-20220331-Laporan-SPT-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525772/original/075237500_1773063271-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3271756/original/069996900_1603102551-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1187572/original/096023600_1459353088-20160330--PLTP-Lahendong--Sulawesi-Utara--Faizal-Fanani-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5316515/original/042841400_1755239943-75f7e08d-f76d-4ddf-8e0a-bbb7c662c9e9.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546446/original/094076500_1775302490-95ca3f9e-040c-4dce-8784-35628c514d5c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)