Jakarta – Harvard Management Company telah memangkas kepemilikan saham di iShare Bitcoin Trust ETF pada kuartal IV 2025. Harvard juga mulai posisi dengan ETF Ethereum spot.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu (18/2/2026), berdasarkan pengajuan kepada the Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa pada kuartal sebelumnya, pengelola dana abadi itu melaporkan kepemilikan yang rendah atas BlackRock iShares Bitcoin Trust dan mengungkapkan posisi pertama di iShares Ethereum Trust ETF.
BACA JUGA:Mengenal Stablecoin: Pengertian hingga Potensi Pemakaian
BACA JUGA:Harga Bitcoin Terpangkas di Tengah Kekhawatiran AI
BACA JUGA:Standard Chartered Pangkas Target Bitcoin 2026, Ini Alasannya
Pada 31 Desember, Harvard memegang 5.353.612 saham iShares Bitcoin Trust turun dari 6.813.612 saham pada kuartal ketiga. Nilai pasar sekitar USD 265,8 juta atau Rp 4,47 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.830).
Selain itu, pengajuan yang sama mencantumkan 3.873.044 saham baru iShares Ethereum Trust senilai USD 86,8 juta atau Rp 1,46 triliun. Dengan demikian, total eksposur ETF kripto spot menjadi lebih dari USD 352 juta atau Rp 5,92 triliun pada akhir kuartal.
Harvard pertama kali mengungkapkan kepemilikan senilai USD 116 juta atau Rp 1,95 triliun di iShares Bitcoin Trust milik BlackRock pada Agustus tahun lalu. Pada November, kepemilikan tersebut telah meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar USD 350 juta atau Rp 5,89 triliun dalam nilai pasar saat itu.
Penyesuaian terbaru Harvard terhadap kepemilikan ETF kriptonya terjadi di tengah kondisi yang bergejolak sejak akhir tahun 2025, ketika ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih yang berlanjut hingga Januari dan Februari tahun ini.
Diversifikasi dan Posisi
Para pengamat industri terbagi pendapat mengenai apakah alokasi ulang tersebut mencerminkan posisi nilai relatif, diversifikasi, atau kendala institusional yang membentuk strategi aset digital Harvard.
Harvard kemungkinan besar melakukan perdagangan nilai relatif dengan keyakinan bahwa ETH undervalued relatif terhadap BTC, ujar salah satu pendiri dan kepala investasi di Bitcoin Standard Treasury Company,Sean Bill kepada Decrypt.
Ia menambahkan, lembaga tersebut mungkin memiliki batas pada eksposur awal yang dapat dipertahankan dalam aset digital dan mungkin telah mengurangi kepemilikan Bitcoinnya untuk memberi ruang bagi perdagangan jangka pendek di ETH.
/2025/06/06/1462733630.jpg)
/2024/11/13/2138386407.jpg)
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2025/12/22/225938998.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502630/original/043008700_1770992150-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_21.10.22.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494819/original/033550200_1770344851-humphrey-m-dYqMMG6LdZs-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)