Jakarta – Analis menilai, pelaku pasar dan investor untuk mengantisipasi volatilitas bitcoin (BTC) yang lebih tinggi seiring pergerakan yang sensitive terhadap berita. Pelaku pasar akan mencermati hasil pembahasan lanjutan Rancangan Undang-Undang (RUU) kripto di Senat Amerika Serikat (AS) dan dinamika kebijakan moneter the Federal Reserve (the Fed).
Berdasarkan data coinmarketcap, harga bitcoin turun 1,1% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga bitcoin melesat 4,47%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 95.430 atau Rp 1,61 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.900).
BACA JUGA:Benarkah Siklus Empat Tahunan Bitcoin Sudah Berakhir?
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 16 Januari 2026 di Libur Isra Miraj: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 15 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Menghijau
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menuturkan, jika bitcoin sempat terkoreksi atau turun kembali di bawah USD 100.000, kondisi itu tidak otomatis menandakan pelemahan.
Pergerakan tersebut bisa saja mencerminkan fase konsolidasi yang wajar, seiring pasar menyesuaikan diri terhadap peningkatan likuiditas dan aksi ambil untung,” ujar Fyqieh dikutip dari keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Level psikologis itu berpotensi berubah dari hambatan menjadi pijakan baru. Dalam skenario ini, peluang terjadinya percepatan “price discovery” atau penemuan harga menuju area yang lebih tinggi bisa terbuka lebih lebar.
“Karena itu, dalam jangka pendek investor perlu mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi, pergerakan yang sensitif terhadap berita, serta tarik-menarik harga di sekitar USD 100.000 sampai permintaan benar-benar melampaui tekanan jual atau pasar membutuhkan waktu untuk membangun momentum,” ujar Fyqieh.
“Meskipun prospeknya positif, investor tetap perlu mencermati risiko jangka pendek, seperti potensi lonjakan inflasi lanjutan atau sentimen risk-off global. Pasar kripto sangat responsif terhadap perubahan ekspektasi likuiditas.”
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454099/original/004509200_1766549156-CFX_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)