Jakarta – Harga Bitcoin kembali berada di bawah level USD 90.000, kondisi yang cukup membuat banyak pelaku pasar merasa tidak nyaman. Setelah gagal bertahan di area USD 95.000, sentimen pasar pun berubah. Kekhawatiran mulai muncul, disertai prediksi bahwa koreksi harga bisa berlanjut lebih dalam.
Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (23/1/2026), namun, tidak semua analis melihat pergerakan ini sebagai awal dari tren negatif yang lebih besar. Analis kripto Javon Marks justru menilai Bitcoin masih berada dalam struktur tren naik yang sehat jika dilihat dari kerangka waktu yang lebih panjang.
BACA JUGA:Kapitalisasi Pasar Kripto Susut Rp 4.226 Triliun, Bagaimana Tren ke Depan?
BACA JUGA:Ancaman Tarif Trump Bayangi Pasar Kripto di Tengah Isu Greenland
BACA JUGA:Harga Kripto 23 Januari 2026: Bitcoin hingga Dogecoin Parkir di Zona Merah
Melalui unggahan grafiknya, Marks menunjukkan bahwa Bitcoin masih mempertahankan pola higher low atau titik terendah yang lebih tinggi dibandingkan penurunan sebelumnya. Pola ini menandakan bahwa tren naik secara keseluruhan belum patah, meskipun dalam jangka pendek harga terlihat melemah.
Dengan kata lain, fluktuasi yang terjadi saat ini dinilai lebih sebagai koreksi wajar di tengah tren naik, bukan sinyal perubahan arah pasar secara drastis. Menurut Marks, selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk kembali menguat tetap terbuka.
Analisis ini menjadi penyeimbang di tengah meningkatnya sentimen takut yang mulai mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.Â
/2025/10/07/6086242.jpg)
/2026/01/13/1826427550.jpg)
/2026/01/12/121733759.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2824335/original/041767100_1560048960-20190608-Arus-Balik-Pemudik-Mulai-Padati-Tol-Trans-Jawa-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955061/original/044806900_1646657205-7_maret_2022-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327646/original/049800200_1534128587-Foto_Liputan6.com.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806139/original/031123200_1557905838-20190515-Penukaran-Uang-untuk-Lebaran-di-IRTI-Monas-HERMAN-5.jpg)