Jakarta – Goldman Sachs memperingatkan aliran dana puluhan miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dapat keluar dari pasar saham dalam beberapa pekan ke depan. Gelombang aksi jual ini dapat berdampak ke bitcoin (BTC), emas dan perak karena likuiditas memburuk.
Goldman Sachs memperingatkan Penjualan CTA Dapat Meningkat
BACA JUGA:Presdir BFI Finance Beli 1,18 Juta Saham BFIN, Segini Nilainya
BACA JUGA:Manajemen Baru Multi Makmur (PIPA) Tegaskan Tak Terkait Kasus Lama IPO
Berdasarkan Goldman Trading Desk, dana pengikut tren yang dikenal sebagai Commodity Trading Advisers (CTA) telah memicu sinyal jual di S&P 500. CTA diperkirakan tetap menjadi penjual bersih dalam jangka pendek, terlepas dari apakah pasar stabil atau terus jatuh.
Goldman Sachs prediksi saham sekitar USD 33 miliar atau Rp 556,56 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870) dapat dijual dalam sepekan jika pasar melemah lebih lanjut.
Aksi jual itu diprediksi dapat mencapai USD 80 miliar atau Rp 1.349 triliun berdasarkan model perhitungan Goldman’s pada bulan depan jika S&P 500 terus menurun atau menembus level teknikal kunci.
Analis Goldman mencatat likuiditas telah memburuk dan posisi opsi telah bergeser dengan cara yang dapat memperkuat fluktuasi harga. Ketika dealer berada dalam posisi “short gamma” sering dipaksa untuk menjual di pasar yang sedang turun dan membeli di pasar yang sedang naik sehingga meningkatkan volatilitas dan mempercepat pergerakan intraday.
Goldman juga menyoroti strategi sistematis lainnya termasuk risk party dan kontrol volatilitas masih memiliki ruang untuk mengurangi eksposur jika volatilitas terus meningkat. Itu berarti tekanan penjualan mungkin tidak terbatas pada CTA saja.
Sentimen investor juga menunjukkan ketegangan. Indeks Goldman Sachs yakni indeks panik internal Goldman mendekati level yang terkait dengan tekanan ekstrem.
Sementara itu, setelah aksi agresif investor ritel yang membeli saat harga turun mulai menunjukkan “kelelahan”. Arus dana baru-baru ini menunjukkan penjualan bersih ketimbang pembelian.
/2025/12/04/1281030887.jpg)
/2025/10/29/865650798.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/15/1325170386.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)

/2022/04/01/764563844.jpg)
/2025/08/07/737618233.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5139939/original/076629500_1740130101-IMG-20250221-WA0002.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4898437/original/015266300_1721643866-965ec85f-ffdc-4ba4-83ff-1fa9c30e62eb.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498860/original/065344600_1770723530-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_18.37.15__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497419/original/068689300_1770627953-Mensesneg_Prasetyo.jpg)