Jakarta – Bursa kripto FTX yang bangkrut akan mendistribusikan sekitar USD 2,2 miliar atau Rp 37,37 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.990) kepada kreditur pada akhir Maret 2026. Hal ini menandai langkah besar lainnya dalam proses pemulihan yang panjang setelah salah satu kegagalan paling dramatis di industri kripto.
Mengutip Yahoo Finance, Senin, (23/3/2026), FTX Recovery Trust menuturkan, dana itu akan didistribusikan pada 31 Maret sebagai bagian dari rencana restrukturisasi Bab 11 bursa tersebut. Pembayaran diharapkan dilakukan dalam satu hingga tiga hari kerja melalui BitGo, Kraken dan Payoneer.
BACA JUGA:Penambang Bitcoin Tinggalkan Kripto, Lebih Untung Garap AI
BACA JUGA:FBI Ingatkan Penipuan Token Palsu di Tron, Pengguna Wajib Waspada
BACA JUGA:Miliarder Mark Cuban: Kripto Bisa Gulingkan Perbankan Tradisional
Pembayaran terbaru ini merupakan putaran distribusi keempat sejak FTX mengajukan kebangkrutan pada November 2022, ketika bursa yang dulunya dominan, yang bernilai USD 32 miliar atau Rp 543,61 triliun pada puncaknya, runtuh hampir dalam semalam.
Kehancuran tersebut menghapus miliaran dana pelanggan dan memicu penurunan pasar kripto yang lebih luas.
Pendiri dan mantan CEO bursa Sam Bankman-Fried pernah dianggap sebagai wajah industri kripto di Washington, melobi regulator dan memberikan sumbangan besar untuk kampanye politik. Saat ini ia menjalani hukuman penjara 25 tahun setelah dinyatakan bersalah atas penipuan dan konspirasi karena menyalahgunakan dana pelanggan melalui perusahaan perdagangannya, Alameda Research.
Pihak pengelola dana mengatakan distribusi terbaru ini akan secara signifikan meningkatkan tingkat pemulihan di seluruh kelas kreditur.
Distribusi terbaru ini meningkatkan tingkat pemulihan sehingga banyak kelas klaim pelanggan mencapai 100 persen,” kata pihak pengelola dana.
Selain itu, beberapa penggugat mungkin akan mendapatkan lebih banyak lagi. Kreditur Kelas 7, misalnya, diperkirakan menerima hingga 120% dari klaim mereka.
/2025/07/26/1598174070.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)







:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4936121/original/064287200_1725424841-WhatsApp_Image_2024-09-03_at_21.05.41.jpeg)