Jakarta – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) akhirnya memberikan klarifikasi mengenai keberadaan Bitcoin (BTC) senilai USD 6,37 juta atau Rp 107,71 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.910). Bitcoin tersebut disita dari para pendiri Samourai Wallet, yakni Keonne Rodriguez dan William Lonergan Hill, yang telah mengaku bersalah atas tuduhan bersekongkol menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin.
Direktur Eksekutif President’s Council of Advisors for Digital Assets, Patrick Wit mengatakan, pihaknya telah menerima konfirmasi dari DOJ terkait aset digital tersebut. Hal itu diketahui dari cuitannya yang disampaikan di platform X.
PEMBARUAN: kami telah menerima konfirmasi dari DOJ bahwa aset digital yang disita dari Samourai Wallet tidak dilikuidasi dan tidak akan dilikuidasi, sesuai dengan EO (Executive Order) 14233,” cuitnya, dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (18/1/2026).
Wit menambahkan pemerintah Amerika Serikat berencana menyimpan Bitcoin tersebut dalam neraca negara sebagai bagian dari Cadangan Bitcoin Strategis, alih-alih menjualnya.
Sebelumnya, Bitcoin Magazine mengutip dokumen pengadilan dan data blockchain yang mengindikasikan bahwa Bitcoin hasil penyitaan telah dipindahkan dan kemungkinan dilikuidasi. Klaim ini bertentangan dengan arahan Gedung Putih yang mewajibkan Bitcoin hasil penyitaan untuk disimpan dalam Cadangan Bitcoin Strategis Amerika Serikat (US Strategic Bitcoin Reserve).
Namun, United States Marshals Service (USMS) membantah adanya penjualan. Dalam pernyataannya kepada DL News, lembaga tersebut menegaskan bahwa pihaknya belum menjual Bitcoin dan mengaku tidak mengetahui bagaimana Bitcoin Magazine memperoleh informasi tersebut.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1783882/original/038343200_1511854775-20171127-Pohon-Natal-Raksasa-Hiasi-Gedung-Capitol-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1074325/original/025185800_1449125276-ilustrasi.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475766/original/092562300_1768648159-KAI_Semarang_Tawang3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)