Jakarta – Pemegang Ethereum (ETH) terbesar, BitMine memanfaatkan volatilitas harga aset digital baru-baru ini untuk memperluas kepemilikannya.
Mengutip Yahoo Finance, Senin (9/2/2025), pada 7 Februari, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan transaksi BitMine yang mengakuisisi sekitar 20.000 ETH. Nilai pembelian itu sebesar USD 41,98 juta atau Rp 708,01 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870).
BACA JUGA:Efek Isu The Fed dan Kevin Warsh Picu Aksi Jual Bitcoin, Pasar Dinilai Salah Tafsir
BACA JUGA:Harga Bitcoin Terpangkas 50% dari Posisi Tertinggi, Pengamat Bilang Begini
BACA JUGA:Tether Bantu Penyelidik Turki Bekukan Aset Rp 9,15 Triliun, Ini Alasannya
Hal yang perlu diperhatikan yakni pembelian terbaru tersebut membawa perusahaan tersebut jauh lebih dekat ke tujuan jangka panjangnya untuk mengendalikan lima persen dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Berdasarkan data dari Strategic ETH Reserve menunjukkan BitMine telah mencapai lebih dari 70% dari tujuan itu dengan kepemilikan mencapai 4,29 juta ETH.
Pembelian Ethereum terbaru oleh BitMine juga dilakukan saat pasar sangat rapuh. Selama 30 hari terakhir, harga Ethereum merosot 31%. Pada pekan lalu, Ethereum diperdagangkan di level terendah USD 1.824, level terendah sejak Mei 2025.Namun demikian, BitMine tetap berkomitmen pada token kripto tersebut. Chairman BitMine Tom Lee menilai, Ethereum adalah masa depan keuangan. Ia menepis kekhawatiran mengenai kerugian yang belum terealisasi yang semakin dalam.
Dalam pernyataan baru-baru ini, Lee berpendapat bahwa volatilitas saat ini adalah fitur, bukan kesalahan. Menurutnya, Ethereum telah melewati penurunan nilai sebesar 60% atau lebih buruk pada tujuh kesempatan sejak 2018.
Jadi, terlepas dari citra Musim Dingin Kripto yang diperburuk oleh pencalonan Kevin Warsh ke Federal Reserve dan ketegangan geopolitik setelah insiden Greenland, penggunaan fundamental jaringan Ethereum tetap kuat.
Selain itu, BitMine telah berkembang melampaui strategi perbendaharaan beli dan tahan sederhana.
/2017/12/20/1415614353.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
/2020/09/13/219290772.jpg)
/2025/09/01/1357567379.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)