Jakarta – Harga Bitcoin kembali tertekan setelah turun di bawah level USD 63.000. Penurunan ini memperpanjang pelemahan bulanan hingga hampir 30 persen dan mencerminkan lebih dari sekadar volatilitas jangka pendek.
Tekanan tersebut menunjukkan adanya pelemahan struktural yang mulai terbentuk di jaringan Bitcoin dan arus dana institusional. Kondisi ini terjadi di tengah fase terpanjang “miner capitulation” atau aksi jual besar-besaran oleh penambang dalam setahun terakhir.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Ambruk, Senator AS Tekan The Fed Agar Tak Bailout Kripto
BACA JUGA:Harga Bitcoin Naik 8%, Short Seller Rugi Triliunan
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 26 Februari 2026: Bitcoin hingga Chainlink Kompak Menguat
BACA JUGA:Indeks Ketakutan Kripto Anjlok, Bitcoin Jauh dari Julukan Digital Gold
Di sisi lain, permintaan institusional melalui produk exchange-traded fund (ETF) juga terus melemah. Kombinasi dua faktor ini mendorong harga Bitcoin mendekati salah satu zona support terpenting dalam siklus saat ini, yakni di sekitar USD 60.000.
Data dari Glassnode dikuti p dari Yahoo Finance, Kamis (25/2/2026) menunjukkan, metrik perubahan posisi bersih miner tercatat negatif secara beruntun sejak 9 Januari hingga 23 Februari 2026. Artinya, para miner lebih banyak menjual Bitcoin dibandingkan menyimpannya.
Fase ini berlangsung selama 46 hari, menjadi periode terpanjang aksi jual miner dalam setahun terakhir. Puncaknya terjadi pada 6 Februari, dua hari setelah harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di sekitar USD 60.400.
Fenomena ini menandakan adanya tekanan finansial yang dialami para penambang, bukan sekadar aksi ambil untung.
/2025/12/18/10805066.jpg)
/2025/07/28/1502015438.jpg)
/2022/01/22/1441312336.jpg)
/2018/09/03/1353338933.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514833/original/098263100_1772109663-6e0775fd-c9d5-4488-b821-23909fadda4a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513097/original/021098800_1772002900-AFPI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513556/original/043391000_1772021482-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_18.43.25.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513895/original/088498100_1772075710-IMG-20260226-WA0008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5002616/original/058794400_1731407590-20241112-Iklan_BRI-BRI_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474534/original/011666500_1768483069-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.47.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1115400/original/015562700_1453179672-20160119-Buruh-Tembakau-AFP2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)