Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di USD 68.300. Pada Kamis, 12 Februari 2026, aksi jual kembali mendominasi pasar dan menyeret harga menjauh dari level tersebut, mencerminkan sentimen yang masih rapuh di kalangan investor.
Mengutip Cointelegraph.com, Jumat (13/2/2026), secara keseluruhan, Bitcoin telah mengalami koreksi sekitar 46% dari rekor tertinggi sepanjang masa di USD 126.000 yang tercapai pada 2 Oktober 2025.
BACA JUGA:Bitcoin Anjlok ke USD 60.000, Hedge Fund Ini Diduga Jadi Biang Kerok
BACA JUGA:Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin Merosot ke Level Segini
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini Jumat 13 Februari 2026: Bitcoin dan Ethereum Kembali Koreksi
Penurunan tajam ini membuat sebagian besar pemegang aset berada dalam posisi merugi (underwater), sehingga memicu aksi pengurangan eksposur secara bertahap.
Data dari Glassnode menunjukkan perubahan signifikan pada posisi pemegang jangka panjang (Long-Term Holder/LTH). Pada 6 Februari, jumlah Bitcoin yang dipegang lebih dari 30 hari tercatat berkurang 245.000 BTC, menjadi salah satu distribusi harian paling ekstrem dalam siklus saat ini.
Sejak saat itu, kelompok investor jangka panjang tersebut terus mengurangi kepemilikannya dengan rata-rata 170.000 BTC. Pola ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak hanya berasal dari trader jangka pendek, tetapi juga dari investor yang sebelumnya dikenal lebih tahan terhadap volatilitas.
Fenomena serupa pernah terjadi pada fase koreksi 2019 dan pertengahan 2021. Saat itu, lonjakan distribusi dari LTH mendahului fase konsolidasi harga sebelum memasuki tren penurunan yang lebih panjang.
Kondisi ini diperkuat oleh indikator MVRV Adaptive Z-Score (365 hari) dari CryptoQuant yang turun ke level -2,66. Angka tersebut menunjukkan Bitcoin masih berada di zona kapitulasi, yaitu fase ketika tekanan jual masif terjadi akibat kepanikan dan realisasi kerugian besar-besaran.
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2024/09/16/78355248.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2024/11/12/808128652.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4513219/original/056786900_1690256825-IMG20230724142903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5030189/original/015119800_1732954916-WhatsApp_Image_2024-11-29_at_20.05.57_0bfc7d6c.jpg)
/2023/11/14/265599980.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375846/original/057251800_1680074711-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424747/original/096223300_1683862013-close-up-hands-holding-tablet.jpg)