Jakarta – Bitcoin selama ini dikenal sebagai teknologi yang netral secara politik. Jaringan ini tidak memihak negara atau kepentingan tertentu karena tugas utamanya hanya memproses transaksi dan mencatatnya dalam blockchain setiap sekitar 10 menit.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, posisi Bitcoin mulai berubah. Menurut Chief Operating Officer MEXC Vugar Usi Zade, meskipun teknologi Bitcoin bersifat netral, Bitcoin sebagai aset ekonomi kini semakin terlibat dalam dinamika geopolitik global, terutama dalam persaingan energi antarnegara.
BACA JUGA:Dunia Kripto Hari Ini: Kalshi Digugat Hingga Trump Singgung Blockchain
BACA JUGA:Cerita Hilangnya 22 Bitcoin, Barang Bukti Hasil Sitaan Pelaku Kejahatan
BACA JUGA:Update Harga Kripto Hari ini 8 Maret 2026: Bitcoin hingga BNB Kompak di Zona Merah
Dikutip dari laman Cointelegraph.com, Minggu (8/3/2026), perubahan ini terjadi ketika banyak pemerintah mulai melihat Bitcoin bukan sekadar aset digital, tetapi sebagai instrumen strategis yang terkait langsung dengan sumber daya energi.
Sama seperti minyak yang menjadi tulang punggung industri global, Bitcoin juga membutuhkan energi dalam jumlah besar melalui proses penambangan berbasis proof-of-work.
Selama 16 tahun terakhir, jaringan Bitcoin telah berjalan stabil dengan memproses transaksi dan menjaga keamanan sistem. Namun, meningkatnya perhatian negara terhadap Bitcoin membuat aset ini kini berada di tengah persaingan energi global yang semakin intens.
Dalam pandangan Usi Zade, perlombaan energi global kini juga menjadi perlombaan dalam memanfaatkan listrik berlebih untuk menghasilkan Bitcoin. Negara yang memiliki pasokan energi melimpah mulai memanfaatkan kelebihan listrik tersebut untuk menjalankan operasi penambangan kripto.
Saat ini konsumsi energi jaringan Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar 202 terawatt-jam per tahun, dengan sekitar 38% berasal dari energi terbarukan. Angka ini menunjukkan bahwa industri penambangan Bitcoin telah berkembang menjadi sektor yang sangat besar dalam penggunaan energi global.
Beberapa negara bahkan secara aktif menarik perusahaan penambangan untuk memanfaatkan listrik berlebih. Ethiopia, misalnya, membuka peluang bagi perusahaan penambangan kripto untuk menggunakan energi hidro yang tidak terpakai.
Sementara itu di Prancis, pusat data aset digital mulai memanfaatkan kelebihan energi terbarukan. Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat, khususnya di Texas.
Menurut Usi Zade, kondisi ini membuat energi yang sebelumnya terbuang kini dapat diubah menjadi nilai ekonomi digital yang dapat diperdagangkan secara global.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521977/original/034309300_1772705177-Jadwal_One_Way.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1266054/original/031656800_1466064638-ist.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)