Jakarta – Selama bertahun-tahun, siklus empat tahunan Bitcoin menjadi acuan utama para pelaku pasar kripto. Siklus ini erat kaitannya dengan peristiwa halving, yaitu pemangkasan imbalan penambangan Bitcoin yang terjadi setiap sekitar 210 ribu blok.
Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (16/1/2026), setiap halving secara historis memicu guncangan pasokan (supply shock) yang kerap diikuti reli harga besar, lalu diakhiri fase koreksi atau pasar bearish. Namun, dinamika pasar terbaru memunculkan pertanyaan besar: apakah siklus empat tahunan Bitcoin masih relevan?
BACA JUGA:Harga Bitcoin Berpeluang Tembus USD 100.000
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 16 Januari 2026 di Libur Isra Miraj: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 15 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Menghijau
Sejumlah analis menilai pengaruh halving terhadap pergerakan harga Bitcoin semakin melemah. Pada masa awal kemunculannya, suplai Bitcoin yang masih tinggi membuat setiap pemangkasan imbalan penambangan berdampak signifikan terhadap pasar.
Kini situasinya berbeda. Setelah halving April 2024, tingkat penerbitan Bitcoin per tahun turun menjadi di bawah 1%. Artinya, guncangan pasokan yang tercipta jauh lebih kecil dibandingkan siklus-siklus sebelumnya.
Dampaknya, kekuatan reli Bitcoin dalam setiap siklus juga terlihat menurun. Puncak harga pada 2013, 2017, 2021, hingga 2025 tercatat semakin kecil jika dibandingkan dengan lonjakan di siklus sebelumnya.
Menariknya, pada halving terakhir, Bitcoin justru mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebelum peristiwa tersebut terjadi, bukan beberapa bulan setelahnya seperti pola klasik yang selama ini dikenal.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)