Jakarta – PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkirakan pasar aset kripto memasuki tahun 2026 akan tetap terdampak kondisi global yang dinamis meski adopsi korporasi meningkat secara perlahan.
Kondisi ini dipicu kebutuhan konsumen akan alternatif investasi yang terjangkau serta tren positif adopsi aset digital oleh korporasi di tingkat global.
BACA JUGA:Polisi Jelaskan Peluang Timothy Ronald Diperiksa di Kasus Dugaan Penipuan Investasi Kripto
BACA JUGA:ICEX Kantongi Izin OJK, Ekosistem Kripto Bakal Lebih Kompetitif
BACA JUGA:Kazakhstan Batasi Perdagangan Kripto
Berdasarkan data OJK, jumlah konsumen aset kripto berada dalam tren meningkat mencapai 19,56 juta per November 2025, atau naik 51,4% dibandingkan akhir Januari 2025.
Secara global, Indonesia masuk 10 besar negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia. Hal ini mencerminkan kuatnya partisipasi pasar domestik di tengah dinamika industri global.
Direktur Utama Bursa CFX, Subani, mengatakan berbagai faktor makroekonomi global tetap akan mendorong pasar aset kripto menjadi sangat dinamis, terutama isu geopolitik yang memanas sehingga memicu gejolak pasar keuangan.
“Tak bisa dipungkiri bahwa kondisi makroekonomi global masih menjadi faktor penentu pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Namun, instabilitas global tidak cukup untuk menghilangkan minat konsumen dalam berinvestasi di aset kripto, kata Subani dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Oleh karena itu, CFX melihat perkembangan industri aset kripto diperkirakan masih akan menunjukkan tren yang relatif positif memasuki tahun 2026.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)