Jakarta – Dewan juri federal di Ohio, Amerika Serikat (AS) telah mendakwa dua perusahaan farmasi dan enam warga negara China atas dugaan perdagangan fentanil dan pencucian uang yang memakai kripto untuk pembayaran.
Mengutip the block, ditulis Jumat, (27/3/2026), dakwaan itu menuduh Shandong Believe Chemical Company Pte Ltd dan Shandong Ranhang Biotechnology Co Ltd bersama dengan enam warga, memasok prekursor kimia dan zat pengencer yang dipakai untuk memproduksi fentanil, sambil mengarahkan pelanggan untuk membayar melalui dompet kripto yang berada di bawah kendalinya.
BACA JUGA:Strategi Investasi Bitcoin GameStop Terungkap, Gunakan Opsi untuk Raup Premi
BACA JUGA:Binance Coba Selesaikan Kasus Pajak Rp 33,92 Triliun di Luar Pengadilan
BACA JUGA:Harga Bitcoin Turun ke USD 68.507, Konflik Timur Tengah Guncang Kripto
Kasus ini diajukan di bawah inisiatif FBI “Operation Box Cutter” yang bertujuan membongkar jaringan perdagangan fentanil internasional. Tiga terdakwa juga didakwa dengan upaya memberikan dukungan material kepada kartel narkoba Meksiko yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.
Menurut dakwaan, perusahaan-perusahaan itu juga diduga memasarkan dan menjual zat-zat seperti medetomidine, obat penenang hewan yang dipakai untuk mengencerkan dan meningkatkan volume fentanol kepada pengedar narkoba yang beroperasi di Amerika Serikat dan luar negeri.
Agen pengencer ini dapat meningkatkan hasil satu kilogram fentanyl setidaknya 20 kali lipat, menghasilkan jutaan dosis untuk beredar,”
Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi hukuman hingga penjara seumur hidup untuk perdagangan narkoba dan hingga 20 tahun untuk pencucian uang dan tuduhan terkait terorisme.
Pemakai Kripto Ilegal
Pihak berwenang mengatakan kripto merupakan kunci untuk memfasilitasi transaksi dengan pelanggan diinstruksikan untuk mengirim dana ke dompet yang dikendalikan oleh para terdakwa sebelum hasilnya disalurkan ke lembaga keuangan luar negeri.
“Pola berlapis ini dimulai dengan stablecoin yang diterima di alamat pengumpulan awal yang kemudian dipecah dan dilewatkan melalui rantai dompet perantara, kemudian dikonversi menjadi mata uang fiat di titik keluar lintas batas,” demikian dalam riset TRM Labs dalam laporan pada Rabu pekan ini.
/2026/01/07/1592014958.jpg)
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2026/02/03/1693365585.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538436/original/010892400_1774515434-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_14.57.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538430/original/003525400_1774515167-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_14.58.50.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1423821/original/030379000_1480656294-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)