Jakarta – Head of Digital Asset Research Standard Chartered, Geoffrey Kendrick menuturkan, bitcoin (BTC) berpotensi melonjak pada 2026. Ia menilai, bitcoin tetap menjadi aset kripto yang layak beli meski memangkas target jangka panjangnya.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (20/1/2026), Geoffrey menilai bitcoin masih layak dibeli dan berpotensi melonjak hingga 55% pada 2026. Pada Desember 2025, Geoffrey Kendrick memangkas separuh prediksi harga 2026 dari USD 300.000 menjadi USD 150.000 per koin.
BACA JUGA:Pasar Kripto Melemah 24 Jam Terakhir, Harga Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi
BACA JUGA:Harga Bitcoin hingga Ethereum Amblas Dalam Sekejap, Ada Apa?
BACA JUGA:Pemegang Bitcoin Rutin Akumulasi BTC sejak FTX Runtuh
BACA JUGA:Bitcoin Tembus USD 96.000, Ini Pemicunya
Aset digital obligasi pemerintah (Digital Asset Treasuries/DAT) menjadi salah satu tren yang paling banyak dibicarakan di kripto terutama setelah Strategy milik Michael Saylor memakai neraca keuangan-nya untuk mengakumulasi bitcoin pada 2020.
Strategy kemudian mengumpulkan miliaran dolar Amerika Serikat melalui penawaran obligasi untuk memperluas kepemilikannya, sebuah langkah yang menginspirasi perusahaan lain untuk mengikuti jejaknya.
Namun, Kendrick menilai DAT bukan lagi hal yang paling diminati di kripto. “Secara spesifik, kami pikir pembelian oleh perusahaan perbendaharaan aset digital bitcoin kemungkinan sudah berakhir, karena valuasi tidak lagi mendukung ekspansi DAT bitcoin lebih lanjut,” ujar dia.
Ia menambahkan, pihaknya prediksi konsolidasi daripada penjualan langsung, tetapi pembelian DAT tidak akan memberikan dukungan lebih lanjut.
Namun, Kendrick tetap optimistis tentang kenaikan lebih lanjut yang didorong oleh dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) bitcoin spot.
Ia menilai, produk-produk ini menurunkan hambatan bagi partisipasi institusional dalam kripto. Ini menjadi tren yang akan meningkat di bawah pemerintahan Trump yang telah mendukung beberapa undang-undang (UU) dan perintah eksekutif pro-kripto yang bertujuan mengurangi ketidakpastian regulasi bagi investor.
Faktanya pada 13 Januari, ETF bitcoin spot AS mencatat arus masuk satu hari sebesar USD 753,73 juta atau Rp 12,77 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.940), terbesar dalam tiga bulan terakhir.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302024/original/069793300_1753969621-Gemini_Generated_Image_9sncvd9sncvd9snc.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)