Jakarta – Mulai 27 Agustus, India menghadapi tantangan besar. Ekspor mereka ke Amerika Serikat (AS) akan dikenakan tarif tinggi hingga 50%. Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengkritik India karena dianggap mendukung Rusia dengan terus membeli minyak di tengah perang yang sedang berlangsung di Ukraina.
Mengingat AS adalah pasar ekspor terbesar India, tarif setinggi ini bisa sangat merugikan industri mereka. Untuk menghindari dampak buruk tersebut, seorang analis kripto ternama, Kashif Raza, menawarkan solusi tak terduga: mengadopsi Bitcoin.
Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (28/8/2025), lewat sebuah unggahan di platform X, Raza menjelaskan beberapa cara agar India bisa menghadapi kebijakan tarif ini.
Ia menyatakan, India dapat memperoleh USD 317 miliar hanya dengan berpartisipasi dalam pertumbuhan jaringan Bitcoin.
Berikut adalah beberapa strateginya: