Jakarta – Pasar kripto mengawali tahun ini dengan performa yang kurang menggembirakan. Hampir seluruh aset digital utama tercatat turun dua digit sejak awal tahun.
Berbeda dengan saham atau obligasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi riil, mata uang kripto tidak memiliki keterkaitan langsung dengan fundamental ekonomi. Karena itu, sulit menunjuk satu penyebab pasti atas pelemahan industri ini.
BACA JUGA:Bitcoin Berpeluang Menguat di Tengah Risiko Perang, Ini Alasannya
BACA JUGA:Bitcoin Lebih Tahan Dibanding Saham Asia di Tengah Gejolak Serangan Iran
BACA JUGA:Senator AS Soroti Bank Kripto Keluarga Trump, Desak Transparansi ke Regulator
BACA JUGA:Harga Bitcoin Anjlok Lagi Imbas Konflik Iran
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (2/3/2026), Chief Investment Officer Bitwise Asset Management, Matt Hougan, dalam wawancara menyebut kondisi ini bisa jadi merupakan bagian dari siklus naik-turun (boom and bust) yang memang kerap terjadi di pasar kripto tanpa pemicu tunggal yang jelas.
Kabar baiknya, secara historis kripto selalu mampu bangkit dari fase penurunan tajam seperti ini. Hingga saat ini, belum ada alasan kuat untuk meyakini bahwa pola tersebut akan berubah.
Dengan modal USD 100, investor bisa mempertimbangkan dua aset digital besar yang dinilai berpeluang memanfaatkan potensi rebound jangka panjang, yakni Bitcoin dan XRP.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937634/original/042390000_1519626842-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427576/original/072429700_1764396580-Screenshot_20251129_125754_Docs.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515886/original/006200500_1772202661-Konferensi_pers_di_Brilian_Club-27_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)