• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Ternyata Ini Penyebab NPL Tiga Bank BUMN Naik

Ternyata Ini Penyebab NPL Tiga Bank BUMN Naik

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2020-08-25
0

Ternyata Ini Penyebab NPL Tiga Bank BUMN Naik

Jakarta, wmhg.org Indonesia– Bank-bank pelat merah seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada semester I-2020 kompak mencatatkan kenaikan Non Performing Loan (NPL). Kenaikan ini merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid-19, yang membuat aktivitas perekonomian terhambat akibat adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Misalnya saja BBRI secara konsolidasi membukukan NPL Gross 3,13%, naik dibandingkan semester I-2019 yakni 2,52%. Jika dibedah NPL Bank BRI saja, NPL BRI juga mengalami kenaikan dari 2,35% pada semester I tahun lalu, menjadi 2,98% pada tahun ini. Sementara NPL kredit BUMN naik tipis dari 1,03% menjadi 1,11% pada semester I-2020.

Berdasarkan catatan BRI, NPL disumbang oleh usaha menengah yang naik dari kredit korporasi yang meningkat dari 4,83% pada semester I-2019, menjadi 10,75% pada paruh pertama tahun ini. Segmen dengan NPL terbesar berikutnya yakni usaha menengah yang naik dari 5,61% menjadi 6,79% pada tahun ini. Sementara NPL kredit BUMN naik tipis dari 1,03% menjadi 1,11% pada semester I-2020.

Selanjutnya usaha kecil yang menyumbang 3,63% NPL pada semester I-2020, walaupun sebenarnya turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari 3,75%. Setelah itu NPL kredit consumer pun naik menjadi 1,5% pada semester I-2020 dari sebelumnya 1,35%. Sementara untuk kredit mikro NPL nya justru turun menjadi 1,18% dari sebelumnya 1,40% pada semester I-2019.

(Kontributor NPL) sektornya sendiri yang terbesar masih di industri manufaktur yang ada debitur kita ada yang menjadi NPL sejak september tahun lalu, kata Direktur Manajemen Risiko Agus Sudiarto.

Baca:

Revisi RBB, BNI Proyeksi Kredit Cuma Tumbuh 4% di 2020

Sementara Bank Mandiri juga membukukan kenaikan NPL pada semester I-2020 menjadi 3,3%, mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,6%. Berdasarkan catatan Bank Mandiri pada paruh pertama tahun ini 55,79%, dan kemudian segmen consumer sebesar 3,13% senilai 2,8%. Sementara UKM tercatat 1,51% segment NPL-nya, dan mikro 1,12%, serta korporasi 0,99%.

Kemudian secara formasi NPL, Bank mandri mencatatkan paling besar di commercial 6,96%, kemudian consumer 4,44%, mikro 2,8%, UKM 2,73%. Bank Mandiri juga mencatat beberapa segmen yang mengalami penurunan peringkat menjadi NPL seperti 55,7% lebih dari 90 hari jatuh tempo karena bunga pembaran dan 42,9% terlambat kurang dari 30 hari pembayaran bunga.

Setelah itu 55,1% berasal dari portofolio komersial dan 42,9% dari portofolio perusahaan. Penurunan kualitas kredit terjadi pada penambangan batu bara, manufaktur logam, manufaktur bahan baku. Sebanyak 57,1% merupakan pinjaman rupiah dan 42,9% dalam valuta asing, selainn itu 96,6% pinjaman ini merupakan modal kerja.

Sementara untuk NPL senilai 20,76 miliar di kuartal II-2020, dan tidak termasuk mikro dan konsumen. Sebanyak 63,1% lebih dari 90 hari jatuh tempo karena bunga pembayaran. Kemudian 79,3% merupakan nasabah komersial, 80% merupakan pinjaman modal kerja dan 15,1% pinjaman investasi.

Sektor-sektor yang menyumbang NPL seperti penambangan batu bara, manufaktur logam, distribusi perdagangan, dan 78,6% merupakan pinjaman rupiah. Kemudian pinjaman sebesar Rp 13,65 miliar diturunkan pada kategori SML dalam perhatian khusus, 62,5% berasal dari korporasi dan 31,2% merupakan pinjaman komersial.

Sektor terbanyak yang mengalami penurunan adalah perkebunan, real estat, perdagangan hotel dan restoran. Sebanyak 96,9% merupakan pinjaman rupiah dan 76,3% merupakan kredit investasi dan 23,1 merupakan pinjaman modal kerja.

Selain BBRI dan Mandiri yang mengalami kenaikan NPL, BNI juga mengalami hal yang sama di tengah pandemi ini. Pada semester I-2020 NPL BNI tercatat 3% dari sebelumnya 1,8% pada semester I-2020. Dari catatan BNI, berdasarkan segmen NPL terbesar dicatatkan oleh nasabah usaha menengah 6,7%, kemudian UKM 3,3%, consumer 2,9%, dan korporasi 2,2%, dengan total nilai Rp 16,49 miliar.

Baca:

Revisi RBB, BRI Patok Kredit Tahun Ini Tumbuh 5%

BNI juga mencatat peningkatan NPL di segmen usaha perdagangan, restoran, dan hotel dari 1,2% pada semester I-2019, menjadi 8,6% pada semester I-2020, sementara manufaktur dari 2,5% pada semester I-2019, menjadi 3,4% pada semester I-2020. Kemudian pertambangan dari 0,4% tahun lalu menjadi 3,2% pada paruh pertama tahun ini.

BNI juga berkomitmen menjaga kualitas aset di tengah perlambatan ekonomi terutama untuk perusahaan yang terkena covid-19. Pengembangan bisnis yang hati-hati dengan fokus pada risiko rendah portofolio, BUMN peringkat atas dan perusahaan swasta serta memperkuat implementasi spesialis industri proses penilaian dan manajemen portofolio.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Aman! Harga Emas di Pegadaian Hari ini Tidak Turun, tapi…

Aman! Harga Emas di Pegadaian Hari ini Tidak Turun, tapi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Menteri Keuangan Brasil Tunda Konsultasi Pajak Kripto

Menteri Keuangan Brasil Tunda Konsultasi Pajak Kripto

2026-03-23
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Kerajaan, akan Bebas Minggu

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Kerajaan, akan Bebas Minggu

2024-08-17
Genjot Penjualan, Emiten Beli Gelar Program Loyalti di Hari Pelanggan Nasional

Genjot Penjualan, Emiten Beli Gelar Program Loyalti di Hari Pelanggan Nasional

2024-09-03
Jangan Lupa! Umat Wajib Punya Gelang Tiket untuk Ikut Misa Kudus Bersama Paus di GBK

Jangan Lupa! Umat Wajib Punya Gelang Tiket untuk Ikut Misa Kudus Bersama Paus di GBK

2024-09-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Update Harga Emas Pegadaian Senin 23 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil

Update Harga Emas Pegadaian Senin 23 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil

2026-03-24
Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Usai Lebaran, Cek Rinciannya per Senin 23 Maret 2026

Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Usai Lebaran, Cek Rinciannya per Senin 23 Maret 2026

2026-03-24
Harga Emas Melemah, Simak Deretan Hoaks Seputar Logam Mulia Ini yang Beredar di Media Sosial

Harga Emas Melemah, Simak Deretan Hoaks Seputar Logam Mulia Ini yang Beredar di Media Sosial

2026-03-24
Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Maret 2026!

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Maret 2026!

2026-03-24

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Melemah, Simak Deretan Hoaks Seputar Logam Mulia Ini yang Beredar di Media Sosial

Harga Emas Pegadaian Kompak Merosot saat Hari Pertama Lebaran 2026

2026-03-24
0
Harga Emas Antam Stabil saat Hari Pertama Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026

Harga Emas Antam Stabil saat Hari Pertama Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026

2026-03-24
0
Harga Emas Anjlok 11% Selama Sepekan, Ini Penyebabnya

Harga Emas Anjlok 11% Selama Sepekan, Ini Penyebabnya

2026-03-24
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Maret 2026, Dipatok Segini di Hari ke-2 Lebaran

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Maret 2026, Dipatok Segini di Hari ke-2 Lebaran

2026-03-24
0
Penumpang Terdampak Penyesuaian Jadwal Operasional, AirAsia Minta Maaf

Penumpang Terdampak Penyesuaian Jadwal Operasional, AirAsia Minta Maaf

2026-03-24
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Update Harga Emas Pegadaian Senin 23 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil

Update Harga Emas Pegadaian Senin 23 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil

2026-03-24
Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Usai Lebaran, Cek Rinciannya per Senin 23 Maret 2026

Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Usai Lebaran, Cek Rinciannya per Senin 23 Maret 2026

2026-03-24

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.