wmhg.org – JAKARTA. Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan angka Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel periode 2026 pada rentang 260 juta sampai maksimal 270 juta ton menurut Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) akan menghambat produksi produk hilirisasi nikel.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah mengatakan pemangkasan ini akan berdampak pada produksi nikel yang lebih rendah dibandingkan target tahun ini.
Upaya peningkatan operasi smelter khususnya jenis refinery High Pressure Acid Leaching (HPAL) akan tertunda atau melambat, karena kekurangan pasokan bahan baku bijih nikel, ungkap Arif kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Selanjutnya: Stimulus Lebaran 2026 Pangkas Harga Tiket Pesawat, Pelita Air Beri Diskon hingga 21%
Menarik Dibaca: 5 Makanan yang Bagus untuk Meningkatkan Kesehatan Kulit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/05/20/52895388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
/2024/03/03/1059739962.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)