• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, April 2, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

    Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

    Konsep Hunian Hijau di CitraLand BSB City Diminati

    Konsep Hunian Hijau di CitraLand BSB City Diminati

    Paramount Land Jajaki Pengembangan MRT Jalur Kembangan–Balaraja

    Paramount Land Jajaki Pengembangan MRT Jalur Kembangan–Balaraja

    Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

    Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

    Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

    Konsep Hunian Hijau di CitraLand BSB City Diminati

    Konsep Hunian Hijau di CitraLand BSB City Diminati

    Paramount Land Jajaki Pengembangan MRT Jalur Kembangan–Balaraja

    Paramount Land Jajaki Pengembangan MRT Jalur Kembangan–Balaraja

    Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

    Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-05
0

Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan

wmhg.org – JAKARTA. Isu pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara tahun 2026 yang dinilai tebang pilih antarperusahaan ramai mencuat ke publik.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah kabar tersebut dan menegaskan belum menerbitkan persetujuan RKAB batubara untuk tahun depan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait RKAB 2026. Dengan demikian, informasi yang beredar mengenai pemangkasan kuota produksi sejumlah perusahaan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Sampai saat ini Kementerian ESDM belum mengeluarkan RKAB. Jadi kalau misalnya berita-berita dan lain sebagainya, ya gitulah [belum bisa dipastikan kebenarannya],” ujar Tri ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Tri mengakui pihaknya juga menerima data yang beredar di publik tersebut. Namun, ia menegaskan data itu bukan merupakan keputusan resmi pemerintah.

“Saya juga dapet, saya juga dapet. Tapi poinnya adalah yang di Kementerian ESDM belum, sampai saat ini belum mengeluarkan persetujuan RKAB untuk tahun 2026,” tegasnya.

Menurut Tri, dalam beberapa tahun terakhir persetujuan RKAB memang kerap lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi. Ia mencontohkan, pada 2025 persetujuan RKAB batubara mencapai sekitar 1,2 miliar ton, sementara realisasi produksinya berada di kisaran 800 juta ton.

Jadi gini, untuk periode-periode sebelumnya, misalnya tahun 2025, sebetulnya persetujuan RKAB kita di angka berapa? 1,2 miliar juta ton. [Realisasi] produksi kita [2025], 800 juta ton, antara in between itu lah. Jadi poinnya kita pengin untuk negara hadir, enggak lah kalau untuk tujuannya jelek lah, kata Tri.

Sebelumnya, sumber Kontan menyebutkan beredarnya data yang menunjukkan dugaan pemangkasan RKAB 2026 secara tidak merata di sejumlah perusahaan batubara.

Dalam data tersebut, PT Asmin Bara Bronang (ABB) yang terafiliasi United Tractors (UNTR) disebut mengalami penurunan RKAB dari 7,5 juta ton menjadi 4 juta ton atau turun 47%, sementara PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) milik TOBA tercatat turun 56% menjadi 0,88 juta ton.

Sebaliknya, sejumlah produsen besar disebut tidak mengalami perubahan RKAB, antara lain PT Adaro Indonesia (AADI), PT Arutmin Indonesia, dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kondisi ini memunculkan persepsi adanya perlakuan berbeda antarperusahaan dalam penetapan kuota produksi.

Data yang sama juga menyebut pemangkasan cukup dalam pada emiten besar lainnya. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dikabarkan mengalami penurunan RKAB hingga 53% menjadi 38 juta ton, sementara PT Borneo Indobara (BIB), anak usaha Golden Energy Mines (GEMS), disebut turun hingga 80% menjadi 11 juta ton.

Selain itu, sejumlah entitas Indo Tambangraya Megah (ITMG) seperti PT Bharinto Ekatama, PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, dan PT Nusa Persada Resources juga tercatat mengalami penurunan RKAB dengan kisaran 29% hingga 90%.

Tak hanya itu, data tersebut juga mencantumkan pemangkasan RKAB pada tambang menengah dan kecil dengan rata-rata penurunan di atas 40%, termasuk PT Antang Gunung Meratus, PT Inti Bara Perdana (IATA-MNC Energy), PT Insani Bara Perkasa, serta PT MIP dan PT MME.

Namun, seluruh data tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya lantaran ESDM menegaskan belum ada persetujuan resmi RKAB batubara untuk 2026.

Selanjutnya: Harga Emas Hari Ini Melorot Kembali ke bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Melorot Kembali ke bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Jangan Sembarangan Pinjam Uang di Pindar, Simak Dua Hal Penting Ini!

Jangan Sembarangan Pinjam Uang di Pindar, Simak Dua Hal Penting Ini!

2026-04-01
Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,2 Triliun di Tahun 2026

Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,2 Triliun di Tahun 2026

2026-02-05
Toyota Luncurkan 4 Mobil Hybrid Varian Termurah, Apa Saja?

Toyota Luncurkan 4 Mobil Hybrid Varian Termurah, Apa Saja?

2026-02-05
Kementerian ESDM Bantah Isu Pemangkasan RKAB Batubara 2026, Persetujuan Belum Terbit

Kementerian ESDM Bantah Isu Pemangkasan RKAB Batubara 2026, Persetujuan Belum Terbit

2026-02-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

2026-04-02
Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

2026-04-02
85% Token Kripto Rugi, Analis Ungkap Kesalahan Fatal Saat Peluncuran

85% Token Kripto Rugi, Analis Ungkap Kesalahan Fatal Saat Peluncuran

2026-04-02
Otoritas Keuangan New Hampshire Bakal Terbitkan Obligasi Didukung Bitcoin

Otoritas Keuangan New Hampshire Bakal Terbitkan Obligasi Didukung Bitcoin

2026-04-02

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

2026-04-02
0
Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

2026-04-02
0
85% Token Kripto Rugi, Analis Ungkap Kesalahan Fatal Saat Peluncuran

85% Token Kripto Rugi, Analis Ungkap Kesalahan Fatal Saat Peluncuran

2026-04-02
0
Otoritas Keuangan New Hampshire Bakal Terbitkan Obligasi Didukung Bitcoin

Otoritas Keuangan New Hampshire Bakal Terbitkan Obligasi Didukung Bitcoin

2026-04-02
0
Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya

Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya

2026-04-01
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

Bursa Kripto KuCoin Bayar CFTC Rp 8,5 Miliar untuk Selesaikan Kasus Perdata

2026-04-02
Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Sinyal Bullish, Ini Alasannya

2026-04-02

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.